JAKARTA, SEPUTARBANK - Bank Indonesia (BI) merespon laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE), yang menempatkan Indonesia di jajaran lima besar kekuatan ekonomi syariah dunia.
Menyikapi kondisi ini, BI pun terus memacu transformasi, agar potensi besar ini mewujud dalam aktivitas bisnis yang produktif, berdaya saing, serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas melalui penguatan rantai nilai halal, ekspansi pembiayaan, hingga peningkatan literasi finansial.
Pada penutupan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta akhir pekan kemarin, Deputi Gubernur BI, Solikin M. Juhro, menegaskan bahwa posisi strategis Indonesia dalam peta ekonomi syariah global harus segera diterjemahkan ke dalam geliat ekonomi riil.
“Kita ingin menjadikan bahwasannya potensi tersebut harus dikonversikan menjadi usaha-usaha yang lebih produktif, berdaya saing, dan juga pada akhirnya memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat luas,” tegas Solikin.
Guna merealisasikan target tersebut, Bank Indonesia menekankan tiga pilar utama yang mendesak untuk diperkuat. Pertama, penyatuan rantai nilai halal (halal value chain) secara menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir. Kedua, perluasan jangkauan pembiayaan syariah lewat terobosan inovasi serta integrasi antara keuangan sosial dan komersial. Ketiga, akselerasi literasi dan inklusi keuangan syariah dengan memanfaatkan pemanduan teknologi digital agar manfaatnya dapat menyasar publik secara inklusif.
Solikin menjelaskan bahwa ketiga pilar tersebut saling mengunci satu sama lain. Keberlanjutan usaha produktif mensyaratkan tersedianya akses pasar dan permodalan, sedangkan lembaga pembiayaan membutuhkan ekosistem bisnis yang kokoh.
Di saat bersamaan, pembentukan ekosistem yang sehat menuntut tingkat pemahaman dan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap produk serta jasa keuangan syariah.
“Dengan sinergi tersebut, UMKM dapat semakin berkembang, lapangan kerja tercipta, dan juga rantai nilai halal semakin kuat. Selain itu, manfaat pertumbuhan dapat dirasakan dengan lebih luas,” pungkasnya.