Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 2 Menit Baca

HIMBARSI DIY Gelar Pelatihan Lobi dan Negosiasi untuk Tingkatkan Daya Saing BPRS

R

Redaksi

21 October 2026

HIMBARSI DIY Gelar Pelatihan Lobi dan Negosiasi untuk Tingkatkan Daya Saing BPRS
Foto: Para peserta pelatihan kolaborasi DPW Himbarsi Yogyakarta dan Yayasan BPR Syariah Jogja.

YOGYAKARTA, SEPUTARBANK – Dewan Pimpinan Wilayah Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (DPW HIMBARSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pelatihan teknik dasar lobi, negosiasi, dan diplomasi untuk meningkatkan kapasitas sumber daya insani (SDI) BPR Syariah, khususnya dalam pengembangan bisnis dan pemasaran produk perbankan.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Yayasan BPR Syariah Jogja, sebuah yayasan yang didirikan oleh para direksi BPR Syariah yang tergabung dalam DPW HIMBARSI DIY.

Foto: Para pengurus dan Direksi BPR Syariah DPW Himbarsi DIY.
Foto: Para pengurus dan Direksi BPR Syariah DPW Himbarsi DIY.

Ketua DPW HIMBARSI Yogyakarta, Kholid, mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi pegawai BPR Syariah agar mampu menghadapi dinamika persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif.

Kepada Seputarbank, Rabu (21/10/2026), Kholid menjelaskan bahwa kemampuan lobi, negosiasi, dan diplomasi menjadi bekal penting bagi pegawai BPR Syariah, terutama dalam membangun hubungan bisnis, memperluas jaringan, serta memasarkan produk dan layanan kepada masyarakat.

“Pelatihan ini merupakan langkah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya insani BPR Syariah, khususnya di bidang bisnis. Kami berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mendukung pengembangan usaha dan meningkatkan daya saing BPRS,” ujar Kholid.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 50 pegawai yang berasal dari 13 BPRS di wilayah DIY serta dua BPRS dari Jawa Tengah. Partisipasi lintas wilayah ini diharapkan dapat memperluas pertukaran pengalaman, memperkuat jejaring profesional, dan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di industri BPRS.

Menurut Kholid, penguasaan teknik komunikasi bisnis yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam memenangkan persaingan pasar. Pegawai BPRS tidak hanya dituntut memahami produk dan layanan yang ditawarkan, tetapi juga harus mampu menyampaikan nilai tambah produk secara persuasif serta membangun kepercayaan dengan calon nasabah dan mitra usaha.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap kemampuan pegawai BPRS dalam memasarkan produk dan layanan semakin meningkat sehingga mampu menciptakan keunggulan bersaing (competitive advantage). Pada akhirnya, hal tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri BPRS di DIY,” tambahnya.

Pelaksanaan pelatihan ini sekaligus mencerminkan komitmen DPW HIMBARSI DIY dalam mendorong pengembangan kompetensi SDI sebagai salah satu fondasi penguatan industri perbankan syariah. Dengan kemampuan komunikasi, negosiasi, dan diplomasi yang lebih baik, pegawai BPRS diharapkan mampu memperluas peluang bisnis, meningkatkan efektivitas pemasaran, serta memperkuat kontribusi BPRS terhadap pembiayaan sektor produktif dan perekonomian masyarakat.

Ke depan, peningkatan kualitas SDI diharapkan menjadi salah satu modal penting bagi BPRS untuk terus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar, memperkuat layanan kepada nasabah, dan menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

R

Redaksi