Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 2 Menit Baca

Yayasan Sinergi BPRS Indonesia Dukung Hasil Rakornas HIMBARSI Kuatkan Ekosistem Kemitraan Strategis

R

Redaksi

28 August 2026

Yayasan Sinergi BPRS Indonesia Dukung Hasil Rakornas HIMBARSI Kuatkan Ekosistem Kemitraan Strategis
Foto : Ketua Yayasan Sinergi BPRS Indonesia Syahril T. Alam .

SEPUTARBANK, JAKARTA – Yayasan Sinergi BPRS Indonesia memberikan apresiasi terhadap langkah Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (HIMBARSI) dalam memperkuat ekosistem industri Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) melalui pengembangan kemitraan strategis.

Komitmen tersebut tercermin dari penandatanganan lima kemitraan strategis yang dilakukan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) HIMBARSI di Solo, 20–22 Agustus 2026. Kemitraan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sinergi dan memperkuat fondasi industri BPRS secara berkelanjutan.

Ketua Yayasan Sinergi BPRS Indonesia Syahril T. Alam mengatakan, kolaborasi antar pelaku industri menjadi semakin strategis di tengah dinamika perekonomian dan kondisi pasar yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Hal tersebut disampaikan Syahril kepada SeputarBank, Jumat (28/8/2026). Menurutnya, industri BPRS membutuhkan sinergi yang terstruktur untuk meningkatkan fundamental bisnis sekaligus memperkuat daya saing industri.

“Kondisi saat ini sangat diperlukan industri BPR Syariah butuh kolaborasi dari sesama industri BPR Syariah agar meningkatkan fundamental bisnis,” ujar Syahril.

Ia menilai, pengembangan kemitraan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kesepakatan antarlembaga. Implementasi dan keberlanjutan kerja sama membutuhkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kapasitas serta kapabilitas sesuai dengan kebutuhan bisnis dan kemitraan yang dibangun.

Atas dasar tersebut, Yayasan Sinergi BPRS Indonesia akan mengambil peran dalam memperkuat kapasitas sumber daya insani (SDI) di lingkungan BPRS. Penguatan tersebut diarahkan agar setiap kemitraan yang telah dibangun dapat diimplementasikan secara optimal dan memberikan manfaat bagi industri.

“Kami ingin SDI di industri BPR Syariah punya kapasitas dan kapabilitas untuk menjaga dan merawat kemitraan yang telah disepakati bersama. Inilah tugas dari Yayasan Sinergi BPRS Indonesia untuk industri,” jelasnya.

Menurut Syahril, kesiapan SDI menjadi salah satu faktor fundamental dalam memastikan keberlanjutan ekosistem kemitraan. SDI yang kompeten diharapkan mampu menerjemahkan kesepakatan strategis menjadi implementasi bisnis yang terukur serta menciptakan nilai tambah bagi masing-masing pihak.

Dalam perspektif yang lebih luas, Yayasan Sinergi BPRS Indonesia memandang penguatan ekosistem melalui kolaborasi sebagai bagian dari upaya membangun industri BPRS yang semakin solid, adaptif, dan berkelanjutan.

Sinergi antara lembaga BPRS, asosiasi, mitra strategis, serta penguatan kapasitas SDI diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mampu merespons perubahan lingkungan bisnis sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi industri BPRS.

Yayasan Sinergi BPRS Indonesia berkomitmen mendukung agenda tersebut melalui pengembangan kapasitas SDI, sehingga berbagai inisiatif kemitraan yang telah dibangun HIMBARSI dapat memiliki fondasi implementasi yang kuat dan berorientasi pada keberlanjutan industri.

R

Redaksi