SEPUTARBANK PANGANDARAN - Perumda BPR BKPD Pangandaran menggandeng Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis Jawa Barat, memberikan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) bagi warga dan petani lokal.
Bersama mahasiswa KKN Kelompok Desa Campaka, BUMD Perbankan milik Pemerintah Kabupaten Pangandaran itu bersinergi dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan
Kegiatan bertema “Sosialisasi dan Pemaparan Produk Perbankan dari Perumda BPR BKPD Pangandaran pada Pelaku Usaha dan Pengguna Pupuk Organik Cair (POC)” ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (29/8/2026) di Aula Desa Campaka, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran.
Fokus dan poin penting dari program kolaboratif ini meliputi: Edukasi dan pemanfaatan limbah organik. Disini, peserta diajarkan mengolah limbah rumah tangga serta sisa hasil pertanian yang mudah ditemukan di sekitar, menjadi pupuk organik cair, guna menjaga kesuburan tanah dan mendukung pertanian ramah lingkungan.
Kemudian efisiensi biaya produksi pertanian, yakni pemanfaatan POC yang diharapkan mampu memangkas pengeluaran petani untuk pupuk kimia, sehingga membantu menekan biaya operasional dan meningkatkan margin keuntungan usaha tani.
Direktur Operasional Perumda BPR BKPD Pangandaran, Raden Ria Pria Santika, menegaskan bahwa peran BUMD perbankan tidak hanya terbatas pada penyaluran pembiayaan, melainkan juga mencakup edukasi, penguatan kapasitas, dan inovasi yang relevan bagi perekonomian lokal.
"Bagi Perumda BPR BKPD Pangandaran, kolaborasi ini merupakan bagian dari semangat untuk membangun hubungan yang lebih luas dengan masyarakat," kata Raden Ria Pria Santika.
Selain pelatihan teknis, acara ini diisi dengan sosialisasi produk layanan keuangan BPR untuk memperluas akses pembiayaan bagi para pelaku usaha tani di pedesaan.
Sementara Humas KKN Unigal Kelompok Desa Campaka, Muhamad Vio Fajar Muttahari, menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan langkah nyata mahasiswa dalam mentransfer ilmu pengetahuan demi mendorong kemandirian dan kesadaran inovasi para petani. Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi Pangandaran diharapkan dapat terus tumbuh berkelanjutan melalui pengelolaan potensi lokal yang optimal.