SEPUTARBANK, JAKARTA – Yayasan Sinergi BPR Syariah Indonesia menargetkan pada 2026 untuk menjadi nazir wakaf sekaligus Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) formal. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan peran yayasan dalam mendukung pengembangan sumber daya insani (SDI) dan keberlanjutan industri Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia.
Ketua Yayasan Sinergi BPRS Indonesia, Syahril T. Alam, mengatakan bahwa transformasi yayasan menjadi nazir wakaf dan LPK formal diharapkan dapat memperluas kontribusi organisasi sebagai mitra strategis bagi industri BPRS, sekaligus menjadi lembaga yang berwenang menerbitkan sertifikasi di bidang wakaf.
"Melalui penguatan kelembagaan ini, kami ingin memberikan nilai tambah bagi industri BPRS, tidak hanya dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia, tetapi juga dalam penguatan ekosistem wakaf produktif yang memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat," ujar Syahril.
Menurutnya, pengembangan organisasi tersebut juga didorong oleh semakin besarnya antusiasme insan BPR Syariah dalam mengikuti pelatihan Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU).
Kondisi ini menunjukkan perlunya kehadiran nazir wakaf yang memiliki visi dan misi sejalan dengan industri BPRS.
"Dengan semakin banyaknya peserta LKS PWU yang berasal dari BPR Syariah, diperlukan nazir wakaf yang memahami karakteristik industri dan mampu mengelola wakaf secara profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat," katanya.
Yayasan Sinergi BPRS Indonesia optimistis bahwa penguatan kelembagaan tersebut akan semakin memperkokoh sinergi antara industri BPRS dengan pengelolaan wakaf produktif.
Melalui peran sebagai nazir wakaf dan LPK formal, yayasan diharapkan mampu mencetak sumber daya insani yang kompeten, memperluas literasi wakaf, serta mendorong pemanfaatan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Susunan Pengurus Yayasan Sinergi BPR Syariah Indonesia
Dewan Pembina
Ketua : Alfi Wijaya, Ex Officio Ketum Himbarsi
Anggota : M. Abduh Khalid
Anggota : Muhammad Haikal
Anggota : M. Hadi Maulidin Nugraha
Anggota : Dewi Mardalela
Dewan Pengawas
Ketua : Edi Sunarto
Anggota : Hendri Kamal
Anggota : Ahmad Mujahid
Pengurus Harian
Ketua : Syahril T. Alam
Sekretaris : Muhammad Anwar
Bendahar : Dwi Emi Subekti