Lewati ke konten utama
Informasi Umum 3 Menit Baca

Wamen Afriansyah Noor Raih Gelar ASEAN Engineer, Perkuat Daya Saing Tenaga Kerja Indonesia

R

Redaksi

22 October 2026

Wamen Afriansyah Noor Raih Gelar ASEAN Engineer, Perkuat Daya Saing Tenaga Kerja Indonesia
Foto: Wakil Menteri Afriansyah Noor saat menerima Gelar ASEAN Engineer di Bandung.

BANDUNG, SEPUTARBANK – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Afriansyah Noor, resmi menerima penganugerahan gelar profesi insinyur tingkat regional ASEAN atau ASEAN Engineer (ASEAN Eng.) dalam ajang Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO) ke-44 di Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Penganugerahan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi profesi keinsinyuran dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta penguatan daya saing Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Afriansyah menilai, pengakuan profesional di tingkat regional tersebut memiliki arti strategis bagi pengembangan sektor ketenagakerjaan. Menurutnya, kemajuan teknologi dan ilmu keinsinyuran harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tenaga kerja nasional agar mampu menghadapi perubahan kebutuhan industri.

“Gelar ASEAN Eng. ini merupakan strategi amanah untuk menjembatani keunggulan teknologi dan ilmu keinsinyuran dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) kita. Tujuannya jelas, yakni mencetak pekerja yang kompeten, produktif, adaptif terhadap perubahan zaman, dan selalu terlindungi,” ujar Afriansyah kepada awak media.

Transformasi Teknologi Harus Diiringi Peningkatan Kompetensi

Afriansyah menegaskan, pencapaian di bidang keinsinyuran tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak cukup hanya mendorong efisiensi dan produktivitas industri. Transformasi tersebut juga harus diimbangi dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Percepatan transformasi teknologi, lanjutnya, tidak boleh membuat pekerja tertinggal. Sebaliknya, inovasi di bidang keinsinyuran harus mampu menciptakan peluang kerja berkualitas, meningkatkan produktivitas industri, serta memperkuat perlindungan tenaga kerja.

Karena itu, peningkatan kompetensi dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting agar tenaga kerja Indonesia mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Keselamatan Kerja Tetap Menjadi Prioritas

Selain peningkatan kompetensi, Afriansyah juga menyoroti pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proses industrialisasi.

Menurutnya, kemajuan industri harus berjalan beriringan dengan perlindungan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dan inovasi keinsinyuran tidak hanya menghasilkan peningkatan produktivitas, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang aman.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa pembangunan industri yang berkelanjutan tetap menempatkan kualitas sumber daya manusia dan perlindungan pekerja sebagai bagian utama dari proses pembangunan.

Gelar ASEAN Engineer Buka Peluang Kolaborasi Regional

Afriansyah juga menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara ASEAN dalam mengembangkan kompetensi profesional dan menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.

Pengakuan profesi melalui gelar ASEAN Engineer, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan pencapaian individu, tetapi juga membuka ruang untuk memperluas kontribusi keahlian, memperkuat kerja sama regional, serta mendorong penerapan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi industri dan masyarakat.

“ASEAN Eng. bukan sekadar pengakuan atas kompetensi profesional secara individu. Lebih dari itu, ini adalah momentum bagi kita untuk memperluas ruang pengabdian, memperkuat kolaborasi regional antarnegara, dan memastikan bahwa setiap lompatan kemajuan keinsinyuran mampu memberikan manfaat yang nyata bagi para pekerja, keberlangsungan industri, dan masyarakat luas,” tutupnya.

Penganugerahan gelar ASEAN Engineer kepada Afriansyah Noor diharapkan dapat memperkuat kontribusi keahlian keinsinyuran dalam agenda pembangunan ketenagakerjaan Indonesia.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat regional, sekaligus memastikan bahwa kemajuan industri tetap diiringi perlindungan dan peningkatan kesejahteraan pekerja.

R

Redaksi