Lewati ke konten utama
NASIONAL 2 Menit Baca

Menkeu Suahasil Ungkap Sumber Dana Kemenko Hilirisasi, Ternyata dari ESDM

R

Redaksi

6 October 2026

Menkeu Suahasil Ungkap Sumber Dana Kemenko Hilirisasi, Ternyata dari ESDM
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara.

SEPUTARBANK, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan anggaran operasional Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi akan bersumber dari anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pengaturan anggaran tersebut dilakukan untuk mendukung operasional Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi yang kini mulai melengkapi kebutuhan kelembagaan, termasuk keberadaan kantor dan struktur organisasi.

“Pak Bahlil menangani anggaran dengan sangat baik. (Anggaran) dari Kementerian ESDM,” ujar Suahasil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (05/10/2026).

Dalam kutipan Seputarbank, Selasa (06/10/2026) dalam pemberitaan Antara. Suahasil menjelaskan, penataan anggaran diperlukan karena kementerian koordinator baru tersebut telah memiliki kantor sehingga membutuhkan dukungan pembiayaan untuk menjalankan aktivitas operasionalnya.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027, Kementerian ESDM memperoleh pagu anggaran sebesar Rp27,37 triliun. Sebagian anggaran tersebut nantinya akan ditata untuk mendukung kebutuhan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi.

Meski demikian, pemerintah masih menyelesaikan skema teknis pengelolaan anggaran tersebut. Pembahasan mencakup penetapan bagian anggaran (BA), mekanisme administrasi, hingga tata kelola pembiayaan kementerian koordinator baru tersebut.

“Tinggal nanti kan kita bikin apakah namanya bagian anggaran, tata kelolanya, administrasinya, bagian anggarannya, BA-nya berapa, dan seterusnya, itu dalam proses kita buat,” jelas Suahasil.

Dorong Percepatan Hilirisasi dan Transisi Energi

Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pelaksanaan agenda hilirisasi serta transisi energi nasional.

Kementerian tersebut dipimpin Bahlil Lahadalia yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM. Posisi tersebut membuat koordinasi antara kebijakan hilirisasi, energi, investasi, dan kementerian maupun lembaga terkait menjadi bagian penting dalam pelaksanaan agenda pemerintah.

Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi nantinya berperan mengoordinasikan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi, guna mempercepat pencapaian target hilirisasi dan transisi energi yang menjadi agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Untuk sementara, operasional Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi masih menggunakan fasilitas kantor yang berada di lingkungan Kementerian ESDM.

Pemerintah selanjutnya akan menata aspek kelembagaan dan penganggaran agar kementerian koordinator baru tersebut dapat menjalankan fungsi koordinasinya secara optimal.

R

Redaksi