SEPUTARBANK, SAMPANG –Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) resmi memberikan Gelar Doktor Ekonomi Islam kepada Direktur Utama PT BPR Syariah Sampang Perseroda, Syaifullah Asyik dengan predikat Cumlaude pada Senin, 5 Oktober 2026.
Atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan S3, Syaifullah Asyik berhak menyandang gelar Dr. Syaifullah Asyik, S.T., M.M. setelah menempuh studi selama 3 tahun 2 bulan dan berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka.
Kepada Seputarbank, 6 Oktober 2026, Syaifullah mengatakan disertasinya tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi pelaku UMKM, khususnya terkait akses permodalan berbasis syariah.
“Kami ingin menghadirkan model pembiayaan syariah yang tidak hanya berorientasi pada pembiayaan, tetapi juga membangun kepercayaan dan tanggung jawab bersama,” ujar Syaifullah.
Disertasi berjudul “Inovasi Strategi Program Sahabat UMKM dalam Mendorong Pertumbuhan Pembiayaan UMKM: Pendekatan Triple Co-System” tersebut mengambil studi kasus pada PT BPR Syariah Sampang Perseroda.
Penelitian ini menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan formal bagi pelaku usaha mikro di Madura, khususnya Kabupaten Sampang, sehingga sebagian masyarakat masih bergantung pada rentenir dan pembiayaan informal.
Dalam penelitiannya, Syaifullah menawarkan konsep Triple Co-System yang mencakup Co-ownership, Co-determination, dan Co-responsibility.
Konsep tersebut dirancang untuk membangun rasa memiliki, pengambilan keputusan, serta tanggung jawab bersama antara lembaga keuangan dan nasabah sehingga pembiayaan dapat berjalan lebih sehat dan berkelanjutan.
“Ketika nasabah merasa memiliki program dan memahami tanggung jawabnya, hubungan antara lembaga keuangan dan pelaku usaha tidak berhenti pada hubungan kreditur dan debitur. Ada keterlibatan bersama untuk menjaga keberlanjutan usaha,” katanya.
Penelitian tersebut juga menekankan pentingnya pendekatan Pentahelix dengan melibatkan pemerintah daerah, BPR Syariah Sampang, Diskopindag, tokoh agama, serta komunitas pedagang. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat literasi keuangan syariah, pendampingan usaha, sekaligus memperluas akses pembiayaan UMKM.
Ujian terbuka Syaifullah mendapat apresiasi dari dewan penguji karena memiliki nilai teoritis sekaligus aplikatif bagi pengembangan keuangan syariah di daerah. Agenda tersebut turut dihadiri Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Sekda Kabupaten Sampang A. Faisol Ansori, serta sejumlah akademisi dan pimpinan perguruan tinggi.
Syaifullah berharap hasil penelitiannya dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pengembangan BPR Syariah dan pemberdayaan UMKM.
“Semoga penelitian ini tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi BPR Syariah, pelaku UMKM dan masyarakat Sampang,” pungkasnya.