Lewati ke konten utama
Bank 4 Menit Baca

Krom Bank Gandeng Easycash Sasar Pembiayaan Digital, Kredit Tembus Rp11,59 Triliun per Agustus 2026

R

Redaksi

23 October 2026

Krom Bank Gandeng Easycash Sasar Pembiayaan Digital, Kredit Tembus Rp11,59 Triliun per Agustus 2026

JAKARTA, SEPUTARBANK – PT Krom Bank Indonesia Tbk memperluas jangkauan pembiayaan digital melalui kerja sama dengan perusahaan penyelenggara pinjaman daring (pindar), PT Indonesia Fintopia Technology atau Easycash. Kolaborasi ini dilakukan melalui skema penerusan kredit (loan channeling) untuk membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam kerja sama tersebut, Krom Bank menyediakan fasilitas kredit, sementara Easycash mendukung proses penyaluran pembiayaan melalui platform digital serta kegiatan operasional sesuai kesepakatan kedua perusahaan. Sinergi ini diharapkan mampu mengoptimalkan keunggulan masing-masing pihak dalam menjangkau kebutuhan pendanaan masyarakat.

Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengatakan, kemitraan dengan perusahaan teknologi finansial menjadi salah satu strategi perseroan untuk memperluas penyaluran kredit. Namun, ekspansi tersebut tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas aset dan pengelolaan risiko.

“Kami melihat peluang untuk mengoptimalkan kapabilitas masing-masing pihak dalam memperluas jangkauan layanan pembiayaan, dengan tetap mengedepankan kualitas aset, prinsip kehati-hatian, dan pengelolaan risiko,” kata Anton dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (21/10/2026) yang dilansir Antara.

Kredit Krom Bank Tumbuh 50,4 Persen

Anton menjelaskan, pengembangan jaringan kemitraan dengan perusahaan teknologi finansial dilakukan secara selektif. Langkah ini ditujukan untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas kredit agar pertumbuhan perusahaan dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Strategi tersebut sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit Krom Bank. Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan pada September 2026, total kredit perseroan mencapai Rp11,59 triliun per Agustus 2026.

Angka tersebut meningkat 50,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan Rp7,70 triliun pada Agustus 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan penyaluran kredit Krom Bank di tengah perkembangan kebutuhan pembiayaan dan layanan keuangan digital.

Melalui kolaborasi dengan Easycash, Krom Bank berupaya memperluas jalur distribusi kredit dengan memanfaatkan kapabilitas teknologi finansial. Meski demikian, kualitas pembiayaan dan penerapan prinsip kehati-hatian tetap menjadi aspek penting dalam pelaksanaan kerja sama.

Easycash Andalkan Teknologi untuk Penilaian Risiko

Direktur Utama Easycash Nucky Poedjiardjo mengatakan, kerja sama antara perbankan dan penyelenggara pindar dapat menciptakan sinergi melalui pemanfaatan keunggulan masing-masing pihak. Perbankan memiliki kapasitas penyediaan kredit, sedangkan perusahaan teknologi finansial memiliki infrastruktur digital untuk mendukung proses penyaluran pendanaan.

“Melalui kerja sama dengan Krom Bank, Easycash membawa pengalaman dalam penyelenggaraan layanan pendanaan digital, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses verifikasi dan penilaian kelayakan calon penerima dana,” ujar Nucky.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi dalam layanan pembiayaan perlu diimbangi dengan penilaian kemampuan pembayaran calon penerima dana, penerapan tata kelola yang baik, serta perlindungan konsumen.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat mendukung penyaluran pendanaan kepada masyarakat secara lebih optimal, dengan tetap memperhatikan kemampuan pembayaran, tata kelola, dan perlindungan konsumen,” katanya.

Dalam mendukung proses penyaluran pendanaan, Easycash memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), data besar (big data), dan pembelajaran mesin (machine learning). Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung verifikasi identitas elektronik (electronic Know Your Customer/e-KYC) serta penilaian profil risiko calon penerima dana.

Penerapan teknologi tersebut dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk aspek keamanan dan perlindungan data pribadi pengguna layanan. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan efisiensi proses pembiayaan, tetapi juga mendukung pengelolaan risiko.

Easycash mencatat telah memfasilitasi penyaluran pendanaan secara kumulatif sebesar Rp103,23 triliun sejak berdiri pada 2017 hingga September 2026. Capaian tersebut mencerminkan skala penyaluran pendanaan yang telah difasilitasi perusahaan melalui layanan digitalnya.

Kredit Perbankan dan Pindar Sama-Sama Tumbuh

Kerja sama Krom Bank dan Easycash berlangsung di tengah pertumbuhan industri pembiayaan nasional, khususnya perbankan dan pinjaman daring. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total kredit perbankan nasional mencapai Rp9.178 triliun pada Agustus 2026, tumbuh 13,65 persen secara tahunan.

Namun, pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat sebesar 2,32 persen secara tahunan pada periode yang sama. Data ini menunjukkan bahwa dinamika pertumbuhan kredit berbeda di setiap segmen pembiayaan.

Sementara itu, pembiayaan industri pindar yang masih berjalan (outstanding) mencapai Rp106,94 triliun pada Agustus 2026, meningkat 22,07 persen secara tahunan.

Di tengah perkembangan tersebut, kolaborasi antara bank dan penyelenggara pindar menjadi salah satu jalur untuk memperluas distribusi pembiayaan melalui pemanfaatan teknologi digital. Keberhasilan model kerja sama ini tetap bergantung pada kualitas penyaluran kredit, pengelolaan risiko, kemampuan pembayaran penerima dana, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator dan perlindungan konsumen.

Bagi Krom Bank dan Easycash, kemitraan ini menjadi langkah untuk mengoptimalkan potensi masing-masing perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan digital, sekaligus menjaga agar pertumbuhan bisnis tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.

R

Redaksi