Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 3 Menit Baca

Nahkodai Perbarindo Dua Periode, Tedy Alamsyah Siap Perkuat BPR-BPRS sebagai Alat Perjuangan UMKM

H

Henigun

21 October 2026

Nahkodai Perbarindo Dua Periode, Tedy Alamsyah Siap Perkuat BPR-BPRS sebagai Alat Perjuangan UMKM
Tedy Alamsyah ditetapkan sebagai Ketua Umum Perbarindo Periode 2026-2030, hasil Munas XII Perbarindo di Jakarta.(Foto: Istimewa)

JAKARTA, SEPUTARBANK - Tedy Alamsyah, kembali didapuk sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) untuk masa bakti 2026–2030.

Perbarindo resmi menetapkan Tedy Alamsyah melanjutkan kepemimpinannya untuk empat tahun mendatang secara aklamasi melalui Musyawarah Nasional (Munas) XII Perbarindo di Jakarta. Hasil Munas XII ini memperpanjang rekam jejak kepemimpinan Tedy yang sebelumnya juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Perbarindo periode 2022–2026. Sosoknya terbilang tidak asing di lingkungan perhimpunan, mengingat ia telah aktif berkiprah sejak 2006 dan pernah menduduki sederet posisi strategis.

Melihatvrekam jejak Tedy, pria ini pernah menduduki beberapa posisi penting , antara lain Wakil Ketua Umum Perbarindo (2018–2022), Ketua Bidang Organisasi (2014–2018), serta Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perbarindo Wilayah Yogyakarta.

Usai penetapan resmi tersebut, Tedy mengutarakan apresiasi serta ucapan terima kasih mendalam kepada seluruh jajaran anggota atas amanah yang kembali dipercayakan kepadanya. Ia bertekad untuk membawa Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) semakin solid sebagai mitra strategis bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Saya siap mengemban mandat dari seluruh anggota Perbarindo sebagai alat perjuangan industri BPR dan BPRS sekaligus mitra strategis khususnya bagi regulator dan stakeholder lainnya,” tegas Tedy usai prosesi pemilihan, dikutip Selasa (20/10/2026).

Tedy menyampaikan bahwa dalam menatap lanskap bisnis ke depan, industri BPR/BPRS membutuhkan fondasi tata kelola yang tangguh, dukungan regulasi yang lebih dinamis dan fleksibel, serta akselerasi transformasi teknologi digital.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen BPR dan BPRS untuk terus berdiri bersama masyarakat, terutamanya para pelaku usaha mikro dan kecil yang menjadi pilar penopang perekonomian nasional.

“Salah satu tujuan industri BPR dan BPRS adalah memprioritaskan keberlanjutan usaha dengan melayani usaha mikro kecil di Indonesia dalam hal pembiayaan,” lanjutnya.

Rangkaian Munas XII Perbarindo

Agenda pemilihan ketua umum ini menjadi salah satu muara penting dari perhelatan Munas XII Perbarindo yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, sepanjang 19–21 Oktober 2026. Kegiatan berskala nasional ini dihadiri oleh 498 peserta perwakilan dari berbagai daerah.

Sederet pejabat dari regulator dan lembaga keuangan nasional turut hadir dalam pembukaan forum tertinggi perhimpunan ini. Tampak di antaranya Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Bidang Program Penjaminan dan Resolusi Bank Doddy Zulverdi, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae, serta Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Budi Joyo Santoso.

Selain agenda pemilihan nakhoda baru, Munas XII Perbarindo diisi dengan peninjauan serta penetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penyusunan program kerja umum perhimpunan, hingga evaluasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari jajaran DPP periode sebelumnya.

Rangkaian perhelatan ini makin lengkap dengan digelarnya Seminar Nasional yang mengusung tema “Akselerasi Peran dan Fungsi Industri BPR–BPRS sebagai Mitra Strategis UMKM untuk Meningkatkan Kontribusi Terhadap Ekonomi Nasional”.

Diskusi dalam seminar tersebut menghadirkan jajaran narasumber kompeten, di antaranya Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Pakar Ekonomi Indonesia Burhanuddin Abdullah, serta Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah OJK Ayahandayani.

H

Henigun