JAKARTA, SEPUTARBAK – Integritas pelaporan keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan. Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Dakara Kreasi bersama Bank Aceh menggelar workshop Laporan Keuangan dan Integritas Pelaporan Keuangan pada 22–23 Oktober 2026 di Hotel Ashley, Jakarta.
Kegiatan yang menghadirkan Djoko Nugroho sebagai pemateri ini memberikan pembekalan kepada karyawan Bank Aceh mengenai pentingnya penyajian laporan keuangan yang jujur, akurat, transparan, serta sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.
Dalam pelatihan tersebut, integritas pelaporan keuangan dibahas sebagai bagian penting dari penerapan tata kelola perbankan yang baik. Laporan keuangan tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi juga menjadi sumber informasi bagi manajemen, pemangku kepentingan, masyarakat, dan regulator dalam menilai kondisi serta kinerja bank.
Djoko Nugroho menegaskan bahwa integritas harus menjadi bagian dari budaya kerja setiap insan perbankan. Setiap karyawan memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan tidak menyimpang dari ketentuan dan prinsip profesionalisme.
“Praktik kecurangan bisa terjadi ketika karyawan tidak memiliki integritas dan tidak memahami fungsi serta risiko dalam aktivitas perbankan,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman mengenai fungsi bank dan risiko operasional perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter serta tanggung jawab profesional. Tanpa pemahaman tersebut, potensi penyimpangan dapat meningkat dan berdampak terhadap kualitas informasi keuangan maupun kepercayaan publik.
Karena itu, pembekalan kepada karyawan menjadi langkah penting untuk memperkuat kesadaran mengenai kepatuhan, pengendalian internal, dan tanggung jawab dalam setiap proses pencatatan serta pelaporan keuangan.
“Integritas harus tercermin dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan. Kejujuran, ketelitian, dan tanggung jawab merupakan unsur penting dalam menjaga keandalan informasi keuangan,” menjadi pesan yang sejalan dengan materi workshop tersebut.
Selain membahas integritas pelaporan keuangan, workshop ini juga menyoroti nilai-nilai penting dalam perbankan syariah, terutama prinsip pertanggungjawaban, kebenaran, dan keadilan. Ketiga prinsip tersebut menjadi landasan etis dalam mengelola dana, mengambil keputusan, serta menjalankan amanah kepada nasabah.
Penerapan prinsip-prinsip tersebut perlu diwujudkan dalam aktivitas kerja sehari-hari, bukan sekadar dipahami sebagai konsep. Dengan demikian, setiap karyawan dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab.
Melalui workshop yang diselenggarakan bersama Bank Aceh ini, Dakara Kreasi berharap dapat mendukung peningkatan kompetensi pemahaman karyawan mengenai pentingnya integritas dalam pelaporan keuangan serta penerapan tata kelola yang baik.