Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 3 Menit Baca

Bank Syariah MCI Matangkan RBB 2027, Tata Kelola dan Manajemen Risiko Jadi Prioritas

R

Redaksi

25 October 2026

Bank Syariah MCI Matangkan RBB 2027, Tata Kelola dan Manajemen Risiko Jadi Prioritas
Foto: Direktur Utama BPR Syariah MCI, Kholid saat memberikan sambutan.

YOGYAKARTA, SEPUTABANK – BPR Syariah Mitra Cahaya Indonesia (MCI) atau Bank Syariah MCI menggelar in-house training untuk mematangkan penyusunan Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2027. Kegiatan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam merancang ekspansi bisnis yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan tantangan industri perbankan syariah.

Mengusung tema “Penguatan Tata Kelola, Manajemen Risiko, dan Prudentialitas sebagai Pondasi Ekspansi Bisnis yang Berkelanjutan dengan Melihat Kondisi Pasar yang Lebih Realistis”, pelatihan berlangsung di Hotel Tara, Yogyakarta, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti jajaran dewan komisaris, direksi, pejabat eksekutif, tim bisnis, tim funding, serta tim remedial. Keterlibatan berbagai unsur perusahaan diharapkan dapat menyelaraskan strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan target kinerja yang akan dituangkan dalam RBB 2027.

Bank Syariah MCI menghadirkan Slamet Sulistiono sebagai narasumber. Ia merupakan kepala divisi di Bank Jateng Syariah yang memiliki pengalaman di bidang regulasi dan praktik perbankan syariah. Pengalamannya sebagai mantan pengawas Bank Indonesia sebelum pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta keterlibatannya dalam konsultasi bagi industri BPRS, diharapkan dapat memberikan perspektif yang relevan terhadap kebutuhan industri.

Dalam pelatihan tersebut, pembahasan diarahkan pada pentingnya menyusun rencana bisnis berdasarkan kondisi ekonomi makro, kemampuan internal perusahaan, serta peluang dan risiko pasar. Dengan pendekatan tersebut, target pertumbuhan diharapkan lebih terukur dan dapat dilaksanakan secara realistis.

Komisaris Utama Tekankan Kepatuhan dan Prinsip Kehati-hatian

Komisaris Utama BPR Syariah MCI, Dede Haris Sumarno, dalam sambutannya menekankan tiga aspek penting yang harus menjadi perhatian manajemen dalam menyusun dan menjalankan rencana bisnis.

Foto: Komisaris Utama BPR Syariah MCI, Dede Haris Sumarno.
Foto: Komisaris Utama BPR Syariah MCI, Dede Haris Sumarno.

Pertama, setiap kegiatan operasional perbankan harus berlandaskan regulasi yang berlaku dan memenuhi prinsip kepatuhan syariah (sharia compliance).

Kedua, prinsip kehati-hatian (prudential banking) tidak boleh diabaikan dalam mengejar pertumbuhan bisnis. Ketiga, penetapan target harus realistis dan disesuaikan dengan kondisi terkini.

Ketiga aspek tersebut menjadi landasan penting agar ekspansi bisnis tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja, tetapi juga mempertimbangkan kualitas pembiayaan, kemampuan pengelolaan risiko, dan keberlanjutan usaha.

Penerapan tata kelola yang baik dan kepatuhan terhadap prinsip syariah juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan nasabah serta memastikan setiap keputusan bisnis dilakukan secara terukur.

RBB 2027 Disusun dengan Mempertimbangkan Kondisi Pasar

Direktur Utama BPR Syariah MCI, Kholid, kepada Seputarbank menjelaskan bahwa penyusunan RBB 2027 akan mengacu pada perkembangan ekonomi makro serta kondisi internal perusahaan. Pendekatan ini diperlukan agar strategi dan target bisnis yang dirancang sesuai dengan kapasitas perusahaan serta dinamika industri perbankan syariah.

“Kami akan menyusun RBB tahun ini dengan perspektif yang menempatkan tata kelola, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian sebagai fondasi ekspansi bisnis yang berkelanjutan,” tutur Kholid.

Menurutnya, penyusunan rencana bisnis tidak cukup hanya menetapkan target pertumbuhan, tetapi juga harus memperhitungkan kesiapan organisasi, efektivitas pengendalian risiko, dan kemampuan perusahaan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar.

Dengan demikian, RBB diharapkan menjadi pedoman strategis yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga memperkuat ketahanan bisnis dalam menghadapi berbagai tantangan.

Perkuat Fondasi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Melalui in-house training ini, Bank Syariah MCI berupaya membangun kesamaan pemahaman di seluruh jajaran mengenai arah bisnis perusahaan pada 2027. Sinergi antara komisaris, direksi, dan tim operasional diharapkan mampu menghasilkan perencanaan yang lebih terintegrasi.

Penguatan tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan syariah, dan prinsip kehati-hatian menjadi bagian penting dalam memastikan pertumbuhan bisnis berjalan secara sehat dan terukur.

Dengan perencanaan yang realistis serta pengendalian risiko yang memadai, Bank Syariah MCI diharapkan dapat memperkuat daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri perbankan syariah.

R

Redaksi