YOGYAKARTA, SEPUTARBANK.COM – BPR Syariah Harta Insan Karimah (HIK) bersama Wakaf Warrior menyalurkan manfaat Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) seri W.001 dan W.002 untuk mendukung pengembangan Rumah Peradaban YAHMI dan HMI FEB UGM.
Penyaluran manfaat CWLD tersebut dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026) dan dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Prof. Waryono, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bendahara YAHMI Mahmudi, Dekan FEB UII, Direktur Utama BPRS HIK Alfi Wijaya, serta Founder Wakaf Warrior Herri Setiawan.
Dalam program ini, BPRS HIK berperan sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), sementara Wakaf Warrior bertindak sebagai nazhir atau pengelola wakaf.
Direktur Utama BPRS HIK, Alfi Wijaya, mengatakan program CWLD menjadi salah satu bentuk inovasi dalam mengoptimalkan wakaf uang agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
“CWLD ini kami hadirkan agar pokok wakaf tetap terjaga, sementara nilai manfaat atau imbal hasilnya dapat terus memberikan kontribusi untuk kebutuhan Rumah Peradaban. Jadi, wakaf tidak hanya berhenti pada penghimpunan dana, tetapi manfaatnya dapat bekerja secara berkelanjutan,” ujar Alfi.
Untuk CWLD W.001, nilai wakaf yang dihimpun mencapai Rp500 juta dengan jangka waktu satu tahun, yakni 10 Juni 2026 hingga 10 Juni 2027. Nilai manfaat dari deposito wakaf uang temporer tersebut dialokasikan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pemeliharaan Rumah Peradaban.
Dukungan operasional antara lain mencakup kebutuhan listrik, air, iuran sampah dan kebersihan, serta uang jimpitan. Sementara dana maintenance digunakan untuk perawatan berbagai fasilitas, seperti atap, plafon, keran, lampu, kamar mandi, saluran air, instalasi listrik, pintu, kunci, dinding, pengecatan, meja hingga kursi.
Sementara itu, CWLD W.002 memiliki nilai Rp200 juta dengan tenor satu tahun. Skema ini diarahkan untuk pengadaan tambahan sarana dan inventaris Rumah Peradaban, mulai dari penyedot debu, rak penyimpanan alat ibadah, karpet, white board, lemari arsip, meja hingga fasilitas belajar.
“Kami berharap dukungan melalui CWLD W.001 dan W.002 dapat membantu Rumah Peradaban menjalankan fungsinya sebagai Rumah Komunitas, Rumah Kaderisasi, Rumah Keilmuan, Rumah Kepemimpinan, sekaligus Rumah Wirausaha bagi HMI Komisariat FEB UGM,” kata Alfi.
Menurutnya, skema tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan filantropi modern yang menghubungkan instrumen wakaf dengan kebutuhan produktif dan berkelanjutan.
Melalui CWLD, pokok wakaf tetap terlindungi sesuai skema yang berlaku, sementara manfaatnya dapat dimanfaatkan untuk membiayai kebutuhan operasional maupun membangun aset yang mendukung aktivitas Rumah Peradaban.
“Kami ingin wakaf uang dapat menjadi instrumen yang memberikan manfaat nyata. Dengan pengelolaan yang tepat, nilai kebaikan dari wakaf dapat terus mengalir untuk mendukung pendidikan, kaderisasi, kegiatan keilmuan, dakwah dan pengembangan kewirausahaan,” tuturnya.
Alfi menambahkan, kolaborasi antara BPRS HIK, Wakaf Warrior, YAHMI dan HMI FEB UGM menunjukkan bahwa ekosistem wakaf dapat dikembangkan melalui sinergi berbagai pihak.
“Berwakaf sekarang, menuai kebaikan sepanjang zaman. Inilah semangat yang ingin kami dorong melalui CWLD, agar wakaf menjadi bagian dari solusi dalam membangun peradaban yang lebih baik dan berdaya guna,” pungkasnya.