Lewati ke konten utama
NASIONAL 4 Menit Baca

BRICS Perkuat Mata Uang Lokal dan QR Lintas Negara, Indonesia Dorong Transaksi Makin Terintegrasi

R

Redaksi

12 September 2026

BRICS Perkuat Mata Uang Lokal dan QR Lintas Negara, Indonesia Dorong Transaksi Makin Terintegrasi
Foto : Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dan Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung.

JAKARTA, SEPUTARBANK.COM – Negara-negara anggota BRICS sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan untuk menghadapi meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Salah satu fokus utama adalah memperluas penggunaan mata uang lokal serta memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara.

Hal tersebut mengemuka dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS (2nd BRICS Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting/BRICS FMCBG) yang berlangsung pada 9–10 September 2026 di Mumbai, India.

Indonesia dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dan Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung. Pertemuan turut dihadiri pimpinan bank sentral dan kementerian keuangan negara anggota BRICS, yakni Indonesia, Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Iran.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso sebagaimana dikutip Seputarbank, Sabtu (12/9/2026), dari akun resmi Bank Indonesia yang ditayangkan Jumat (11/9/2026), menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya negara-negara BRICS menghadapi tekanan ekonomi global.

Dalam forum tersebut, Destry menekankan pentingnya menjaga stabilitas sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan fragmentasi ekonomi dunia.

Bank Indonesia mendorong agar kerja sama BRICS diarahkan pada langkah-langkah yang konkret, termasuk peningkatan transaksi menggunakan mata uang lokal dan penguatan konektivitas pembayaran lintas negara.

“Indonesia melihat peluang strategis bagi BRICS untuk mengubah berbagai tantangan menjadi resiliensi bersama melalui penguatan kerja sama konkret. Termasuk transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara, dengan tetap memperhatikan tahapan pembangunan dan prioritas nasional masing-masing negara,” ujar Destry.

Fokus pada Pembayaran Lintas Negara

Pertemuan BRICS FMCBG juga membahas sejumlah agenda strategis yang dinilai penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan keuangan negara-negara anggota.

Agenda tersebut mencakup penguatan resiliensi dan pertumbuhan ekonomi, transformasi digital dan kecerdasan artifisial (AI), konektivitas pembayaran lintas negara, penggunaan mata uang lokal, ketahanan siber, hingga pengembangan keuangan berkelanjutan.

Negara-negara BRICS kemudian menyepakati komitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan sekaligus meningkatkan resiliensi dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global.

Indonesia menilai keberagaman karakteristik ekonomi negara anggota justru dapat menjadi kekuatan untuk membangun kerja sama yang saling melengkapi dan menghasilkan nilai tambah bersama.

Dalam forum tersebut, BRICS juga menyoroti pentingnya penguatan arsitektur keuangan global. Salah satu agenda yang didorong adalah reformasi tata kelola Dana Moneter Internasional (IMF) guna memperkuat suara dan representasi negara-negara berkembang.

Indonesia-India Percepat Kerja Sama LCT dan QR

Di sela rangkaian pertemuan BRICS di Mumbai, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti juga melakukan pertemuan bilateral dengan Gubernur Reserve Bank of India (RBI) Sanjay Malhotra.

Pertemuan tersebut membahas percepatan sejumlah kerja sama strategis antara Indonesia dan India, terutama Local Currency Transaction (LCT), Local Currency Bilateral Swap Arrangement (LCBSA), serta konektivitas pembayaran melalui QR antarnegara.

Penguatan transaksi menggunakan mata uang lokal dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat konektivitas ekonomi kedua negara sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap mata uang tertentu dalam transaksi bilateral.

Sementara itu, konektivitas pembayaran berbasis QR membuka peluang semakin luas bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk melakukan transaksi lintas negara secara lebih mudah dan efisien.

Kerja sama Indonesia-India tersebut sekaligus menjadi langkah konkret dalam menerjemahkan komitmen BRICS ke dalam konektivitas ekonomi dan keuangan yang memberikan manfaat langsung bagi kedua negara.

Indonesia Dorong BRICS Jadi Kekuatan Ekonomi yang Resilien

Pertemuan BRICS FMCBG kedua menghasilkan Pernyataan Bersama yang mencerminkan komitmen negara-negara anggota untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global secara bersama-sama.

Bagi Indonesia, kerja sama tersebut tidak hanya penting untuk merespons ketidakpastian global, tetapi juga membuka ruang untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Indonesia memandang pentingnya menjaga ruang dialog dan membangun jembatan kerja sama di tengah meningkatnya fragmentasi ekonomi dunia.

Melalui sinergi Bank Indonesia dan pemerintah, Indonesia akan terus berkontribusi dalam agenda kerja sama internasional dengan mendorong langkah-langkah yang konkret, inklusif, serta tetap sejalan dengan prioritas nasional.

Penguatan transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara menjadi salah satu bagian penting dari strategi tersebut.

Dengan semakin kuatnya kerja sama antarnegara BRICS, Indonesia berharap berbagai tantangan global dapat diubah menjadi peluang untuk memperkuat resiliensi, memperluas konektivitas ekonomi, dan menciptakan pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

R

Redaksi