Lewati ke konten utama
NASIONAL 2 Menit Baca

Presiden Instruksikan Seluruh Warga Miliki Rekening Bank, BRI dan BSI Disiapkan

H

Henigun

8 September 2026

Presiden Instruksikan Seluruh Warga Miliki Rekening Bank, BRI dan BSI Disiapkan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga memberikan keterangan di Kompleks Istana Negara, Selasa (8/9/2026).(Foto: Istimewa)

JAKARTA, SEPUTARBANK - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, yang menginstruksikan agar setiap warga negara Indonesia mempunyai akun rekening perbankan.

Arahan tersebut disampaikan Airlangga pada konferensi pers usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden.

Airlangga pun meminta kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) mempersiapkan rekening untuk masyarakat.

“Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat,” ujar Airlangga saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Negara, Selasa (8/9/2026).

Airlangga menjelaskan bahwa basis data yang bakal dimanfaatkan dalam proses pembukaan rekening massal ini bersumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Informasi kependudukan dari Dukcapil itu nantinya akan diselaraskan dengan infrastruktur yang dimiliki Bank Indonesia.

“Terutama untuk payment system-nya dan yang kedua gateway system-nya. Jadi menggunakan QRIS,” tutur Airlangga.

Langkah ini dirancang agar pemahaman serta akses masyarakat terhadap layanan keuangan (literasi dan inklusi keuangan) dapat terwujud secara maksimal.

Airlangga menambahkan, ke depannya bermacam-macam program bantuan atau penyaluran dari pemerintah akan ditransfer langsung ke rekening-rekening yang telah disiapkan bagi warga tersebut.

Ia juga memaparkan bahwa mengacu pada hasil pencatatan atau survei yang digarap OJK bersama BPS, tingkat inklusi keuangan di tanah air saat ini sudah menyentuh angka 93,62%.

Adapun indeks literasi keuangan masyarakat berada di level 63,57%.

“Sebetulnya angka-angka ini adalah angka yang relatif baik. Jadi kalau dibandingkan dengan OECD misalnya, OECD itu standar untuk literasi keuangan di 63%, sedangkan survei kita itu di 69,57%,” ucap Airlangga.

H

Henigun