JAKARTA, SEPUTARBANK.COM – PT BPR Syariah Amani Mulia Indonesia atau Amani Bank mengambil langkah strategis untuk memperkuat likuiditas sekaligus mengoptimalkan persediaan properti yang dimiliki perseroan.
Strategi tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Koperasi Konsumen Syariah Keluarga Samawa Indonesia (KSI) dalam pengembangan dan penyediaan perumahan melalui Program Rumah Rakyat Semesta (RRS).
Kerja sama ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani di Jakarta pada 5 September 2026 oleh Direktur Utama Amani Bank Endro Yuniaryo dan Ketua KSI Darmawan Wijaya.
Melalui kolaborasi tersebut, Amani Bank menjajaki Master Bulk Order Portfolio hingga 800 unit rumah. Namun, target tersebut tidak serta-merta berarti seluruh unit akan direalisasikan sekaligus. Pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan proyek, kondisi pasar, kapasitas Amani Bank serta kesepakatan para pihak.
Ubah Persediaan Properti Menjadi Arus Kas
Direktur Utama Amani Bank Endro Yuniaryo mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mengoptimalkan aset, khususnya persediaan properti, agar dapat memberikan kontribusi yang lebih produktif terhadap kinerja perusahaan.
"Kami ingin mengoptimalkan persediaan properti secara terukur sehingga aset yang sebelumnya tertahan dapat dikonversi menjadi arus kas. Dengan demikian, perseroan memiliki ruang yang lebih baik dalam mengelola likuiditas sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis pembiayaan," kata Endro Yuniaryo kepada Seputarbank, Jum'at (11/09/2026).
Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pelepasan aset, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kesinambungan bisnis melalui potensi pembiayaan kepemilikan rumah atau KPR bagi konsumen.
"Kerja sama ini kami arahkan untuk membangun siklus bisnis yang sehat, mulai dari optimalisasi persediaan, penciptaan arus kas, hingga peluang pembiayaan KPR. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi bagian penting dalam setiap tahapan implementasinya," lanjutnya.
Bidik Portofolio KPR
Skema bulk order dalam kerja sama tersebut memungkinkan KSI melakukan pemesanan unit berdasarkan desain, spesifikasi, Verified HPP, nilai kontrak, jadwal pembangunan serta jadwal serah terima.
Rincian pelaksanaan selanjutnya akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk masing-masing zona proyek.
Bagi Amani Bank, skema ini sekaligus membuka peluang terbentuknya portofolio pembiayaan KPR. Potensi pendapatan tersebut akan bergantung pada realisasi penjualan rumah, kebutuhan pembiayaan konsumen, kelayakan calon nasabah serta persetujuan pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan model tersebut, perseroan tidak hanya berupaya mengurangi dana yang tertahan dalam persediaan properti, tetapi juga membangun sumber pendapatan baru melalui pembiayaan yang berpotensi berkelanjutan.
800 Unit Bukan Pembelian Sekaligus
Meski mencantumkan target hingga 800 unit, MoU tersebut tidak menjadikan KSI berkewajiban membeli seluruh unit secara sekaligus.
Angka 800 unit merupakan Master Bulk Order Portfolio, sedangkan kewajiban finansial dan pelaksanaan proyek baru efektif setelah dituangkan dalam PKS pada masing-masing zona.
Setiap zona juga akan melalui sejumlah tahapan pemeriksaan, termasuk Zonal Activation Gate dan Project Clearance. Proses tersebut mencakup evaluasi legalitas, kesiapan lahan, perizinan, aspek teknis dan finansial, permintaan pasar, forward payment coverage, hingga aspek risiko dan kepatuhan.
Pendekatan bertahap ini memberikan ruang bagi Amani Bank untuk mengatur pelepasan persediaan sesuai kapasitas perseroan dan perkembangan pasar.
"Target 800 unit kami tempatkan sebagai potensi portofolio, bukan realisasi sekaligus. Setiap proyek harus memenuhi tahapan evaluasi dan persetujuan sebelum masuk ke tahap pelaksanaan. Ini penting agar pertumbuhan bisnis tetap berjalan seiring dengan pengelolaan risiko yang prudent," ujar Endro.
MoU Berlaku Tiga Bulan
Kerja sama Amani Bank dan KSI tersebut berlaku selama tiga bulan sejak penandatanganan MoU. Dalam periode tersebut, kedua pihak akan mempersiapkan berbagai tahapan sebelum pelaksanaan definitif.
Tahapan tersebut meliputi Project Clearance, Due Diligence, appraisal, verifikasi HPP, penyusunan Master Development Plan, hingga penyusunan PKS untuk masing-masing zona.
Melalui kerja sama ini, Amani Bank berharap persediaan properti dapat semakin produktif, likuiditas perusahaan tetap terjaga, dan pada saat yang sama terbentuk portofolio pembiayaan KPR yang sehat.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Amani Bank menyeimbangkan optimalisasi aset, penguatan likuiditas dan ekspansi pembiayaan secara terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.