Lewati ke konten utama
Bank 3 Menit Baca

Biji Getah Disulap Jadi Pangan, Inovasi Nasabah BRK Syariah Bengkalis Tembus 10 Besar DPD RI Award 2026

R

Redaksi

14 September 2026

Biji Getah Disulap Jadi Pangan, Inovasi Nasabah BRK Syariah Bengkalis Tembus 10 Besar DPD RI Award 2026
Foto: Istimewa

BENGKALIS, SEPUTARBANK.COM – Limbah perkebunan yang selama ini belum banyak dimanfaatkan berhasil diubah menjadi inovasi pangan bernilai guna. Terobosan tersebut datang dari Desa Berancah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, melalui kreativitas Dewi Melinda.

Guru IPS SMPN 1 Bantan tersebut mengembangkan biji getah menjadi bahan pangan, memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar. Inovasi sederhana itu kemudian berkembang hingga mengantarkan nama Desa Berancah dan Kabupaten Bengkalis ke ajang nasional.

Dewi berhasil masuk 10 besar DPD RI Award 2026 untuk kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan–Bidang Ketahanan Pangan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi berbasis potensi lokal dapat memiliki daya saing hingga tingkat nasional.

Dikutip Seputarbank dari ANTARA, Senin (14/9/2026), Dewi mengatakan gagasan mengolah biji getah berangkat dari keinginan untuk memanfaatkan sesuatu yang selama ini belum memperoleh nilai tambah secara optimal.

“Biji getah yang selama ini belum banyak dimanfaatkan kami coba olah menjadi pangan. Harapannya, ini tidak hanya menjadi inovasi, tetapi juga bisa membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Dewi.

Keberhasilan tersebut tidak berhenti pada tahap masuk 10 besar. Para finalis selanjutnya akan menjalani proses presentasi dan wawancara di hadapan dewan juri independen untuk memperebutkan posisi tiga besar DPD RI Award 2026.

Bagi Dewi, keikutsertaan dalam ajang nasional tersebut memiliki arti lebih luas daripada sekadar mengejar penghargaan. Momentum ini menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi Desa Berancah sekaligus membuktikan bahwa inovasi dapat lahir dari persoalan dan sumber daya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Berawal dari Potensi Desa

Pemanfaatan biji getah menjadi pangan menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak selalu harus bertumpu pada teknologi tinggi. Kreativitas masyarakat dalam mengolah sumber daya lokal juga dapat menjadi pintu masuk untuk menciptakan produk bernilai ekonomi.

Inovasi yang dikembangkan Dewi menjadi contoh bagaimana potensi desa dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih produktif. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, gagasan tersebut berpeluang memberikan manfaat ekonomi sekaligus membuka alternatif pemanfaatan hasil perkebunan di tengah masyarakat.

Bagi Kabupaten Bengkalis, pencapaian tersebut juga menjadi kabar positif. Inovasi yang lahir dari Desa Berancah kini mendapat perhatian dalam kompetisi tingkat nasional dan membawa potensi lokal daerah tersebut ke panggung yang lebih luas.

BRK Syariah Beri Apresiasi

Perjalanan Dewi turut mendapat perhatian dari BRK Syariah Kedai Bantan. Sebagai bentuk apresiasi, Pimpinan Kedai BRK Syariah Bantan Nofri Suyono mengunjungi kediaman Dewi di Desa Berancah.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan ucapan selamat sekaligus memberikan dukungan agar inovasi yang dikembangkan Dewi dapat terus ditingkatkan.

“Kami sangat bangga melihat salah satu nasabah BRK Syariah Kedai Bantan mampu membawa inovasi dari desa hingga ke tingkat nasional. Kami datang untuk memberikan apresiasi sekaligus semangat agar inovasi ini terus dikembangkan,” ujar Nofri.

Menurutnya, capaian Dewi memperlihatkan besarnya potensi masyarakat daerah dalam menciptakan inovasi yang memiliki nilai tambah. Dukungan terhadap masyarakat produktif dan pelaku usaha lokal juga dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

Bagi BRK Syariah, keberhasilan nasabah seperti Dewi sekaligus menggambarkan bahwa peran perbankan dapat berjalan beriringan dengan perkembangan ekonomi masyarakat.

Kisah dari Desa Berancah tersebut menjadi gambaran bahwa sesuatu yang selama ini dianggap tidak bernilai pun dapat diolah menjadi peluang. Dari biji getah, Dewi menghadirkan inovasi pangan yang kini berhasil menembus 10 besar ajang nasional sekaligus membawa nama Bengkalis semakin dikenal di tingkat Indonesia.

R

Redaksi