Lewati ke konten utama
NASIONAL 2 Menit Baca

Nasabah Haji Jadi Pasar Potensial, Anggia Erma Rini Dorong Perbankan Syariah Perluas Layanan

R

Redaksi

3 October 2026

Nasabah Haji Jadi Pasar Potensial, Anggia Erma Rini Dorong Perbankan Syariah Perluas Layanan
Foto: Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini

SEPUTARBANK, JAKARTA – Peluang pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia dinilai masih sangat terbuka. Besarnya populasi muslim dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan untuk ibadah haji menjadi salah satu pasar potensial yang dapat terus dikembangkan.

Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini mengatakan, segmen nasabah haji memiliki potensi besar bagi industri perbankan syariah, termasuk PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Hal tersebut disampaikan Anggia dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, (2/10/2026).

Dikutip Seputarbank dalam pemberitaan DPR RI, Jumat (03/10/2026), Anggia menilai karakteristik layanan haji yang berkaitan erat dengan kebutuhan ibadah membuat masyarakat memiliki kecenderungan memilih layanan keuangan syariah.

“Nasabah haji itu besar sekali. Pilihannya memang karena haji sangat spesifik dengan spiritual, sangat spesifik dengan masalah ibadah. Masyarakat Indonesia lebih memilih untuk masuk ke tabungan hajinya melalui BSI,” ujar Anggia.

Menurutnya, besarnya jumlah penduduk muslim di Indonesia menjadi modal penting bagi pengembangan industri keuangan syariah. Potensi tersebut perlu diikuti dengan perluasan akses serta inovasi layanan agar semakin banyak masyarakat menggunakan produk perbankan syariah.

Ia menyebut peluang pertumbuhan tidak hanya terbuka bagi BSI, tetapi juga bank syariah lainnya. Salah satunya adalah PT Bank Syariah Nasional Tbk (BSN) yang dinilai memiliki ruang untuk memperluas pasar melalui produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Potensi perbankan syariah atau finansial syariah di Indonesia sebenarnya besar sekali. Masih ada peluang yang terbuka lebar yang bisa diambil oleh BSI dan BSN,” kata politikus Fraksi PKB tersebut.

Anggia melihat perkembangan perbankan syariah saat ini menunjukkan arah yang positif. Menurutnya, industri tersebut perlu terus memperkuat produk, layanan, dan akses agar mampu menjangkau kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Ia juga menilai perbankan syariah memiliki prospek jangka panjang, bukan hanya di Indonesia tetapi juga dalam industri keuangan global. Pilihan antara layanan konvensional dan syariah, menurutnya, semakin menjadi bagian dari preferensi masyarakat dalam menentukan produk keuangan.

“Saya pikir perbankan syariah itu menjadi masa depan karena secara global pun pilihan bagi masyarakat untuk memilih konvensional atau syariah merupakan pilihan yang menarik, khususnya bagi masyarakat muslim,” pungkas Anggia. 

R

Redaksi