SAMARINDA, SEPUTARBANK – Menembus usia lebih dari enam dekade, Bankaltimtara kembali mempertegas komitmennya sebagai pilar perekonomian Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 bank daerah dihelat di Ruang Semayang Gedung Kantor Pusat, Rabu (14/12026) ini, dihadiri langsung oleh Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Dr H Seno Aji.
Dalam pesan kepemimpinannya, Gubernur Rudy menggarisbawahi pentingnya efisiensi birokrasi layanan dan percepatan adaptasi teknologi digital agar Bankaltimtara tetap menjadi pilihan utama masyarakat di tengah ekspansi bank luar daerah.
"Tantangan ke depan adalah bagaimana menghadirkan fasilitas yang nyaman, serba cepat, dan memberikan nilai tambah bagi nasabah tanpa membeda-bedakan," tutur Rudy. Ia juga menyarankan pola pendekatan langsung (jemput bola) kepada para pelaku usaha potensial di daerah.
Meranggapi tantangan era modern, Direktur Utama Bankaltimtara Romy Wijayanto memperkenalkan IMPACT sebagai nilai utama (core value) dan budaya kerja baru instansi. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan soliditas internal dan mutu pelayanan secara komprehensif.
Selain jajaran manajemen dan jajaran pimpinan daerah—termasuk Sekda Kaltim Sri Wahyuni dan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud—rangkaian acara diisi dengan peluncuran situs web resmi terbaru serta aksi kepedulian sosial berupa penyerahan santunan kepada panti asuhan.
Sementara masih dalam momen syukuran Hari Ulang Tahun ke-61 Bankaltimtara, Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menggarisbawahi pentingnya transformasi digital dan penambahan fitur layanan perbankan.
Aulia menyampaikan, kehadiran bank daerah dituntut tidak hanya kokoh secara finansial, tetapi juga mampu menyentuh kebutuhan masyarakat luas. Hal inilah yang ditekankan
Menurutnya, kemudahan akses keuangan bagi warga Kukar bakal menjadi bahan bakar utama yang menggerakkan roda ekonomi daerah.
Meskipun Pemkab Kukar menggenggam sekitar 7 persen porsi kepemilikan saham dan mengharapkan imbal hasil dividen yang optimal, Aulia menyebut tolok ukur keberhasilan Bankaltimtara jauh melampaui itu. Nilai utamanya terletak pada manfaat riil yang dirasakan masyarakat, termasuk keberadaan kantor cabang di wilayah terpencil seperti Kecamatan Tabang.
Kemitraan strategis antara Pemkab Kukar dan Bankaltimtara sejauh ini telah terjalin erat, mulai dari pengelolaan kas daerah hingga pemanfaatan layanan keuangan oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk investasi masa depan.
Mengenai wacana penambahan modal pemerintah daerah ke Bankaltimtara, Aulia menyampaikan bahwa hal tersebut masih dalam tahap penyesuaian dengan kapasitas fiskal daerah. Salah satu arah kajiannya adalah untuk menyokong keberlanjutan program Kredit Kukar Idaman Terbaik melalui skema penyertaan modal maupun bentuk formulasi lainnya.