JAKARTA, SEPUTARBANK – Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat terus memperluas literasi dan inklusi dana pensiun syariah di Indonesia. Kali ini, program tersebut menyasar kelompok penggiat masjid yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelayanan dan aktivitas keumatan.
DPLK Syariah Muamalat menggandeng Masjid Tazkia Islamic Center (TIC) untuk menghadirkan Program Pensiun bagi Penggiat Masjid. Program ini dirancang sebagai salah satu solusi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan marbot, takmir, dan pengurus masjid sekaligus mempersiapkan kemandirian finansial mereka di masa tua.
Dikutip Seputarbank dari kanal resmi Bank Muamalat, Senin (5/10/2026), kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan yang dilakukan Direktur Masjid TIC Syaripudin Kusin dan Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan.
Penandatanganan berlangsung di Masjid TIC, Sentul City, Bogor, dan turut disaksikan Ketua Dewan Pembina Masjid TIC Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio serta Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono.
Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (ADPLK).
Menurutnya, kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan para penggiat masjid, mulai dari marbot, takmir hingga pengurus masjid di berbagai daerah melalui program pensiun.
“DPLK Syariah Muamalat menyelenggarakan Program Pensiun bagi Penggiat Masjid sebagai wujud kepedulian untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Kami sangat mengapresiasi Masjid TIC sebagai pelopor dalam program ini. Insya Allah menjadi ikhtiar nyata untuk kebermanfaatan penggiat masjid yang mengabdikan diri di jalan dakwah dan pelayanan umat,” ujar Aznovri.
Sebagai tahap awal, kawasan Jabodetabek dipilih sebagai pilot project Program Pensiun bagi Penggiat Masjid. Program tersebut diharapkan dapat menjadi model yang kemudian dikembangkan ke wilayah lain di Indonesia.
Direktur Masjid TIC Syaripudin Kusin menilai persiapan dana pensiun menjadi hal penting bagi penggiat masjid. Menurutnya, keberadaan program tersebut dapat membantu memastikan keberlangsungan penghasilan ketika memasuki masa tua.
“Persiapan pensiun bagi penggiat masjid telah menjadi program kami. Karena itu, kami menyampaikan apresiasi kepada DPLK Syariah Muamalat yang telah menyosialisasikan program ini, sehingga hari ini kami dapat merealisasikan rencana tersebut,” kata Syaripudin.
Program pensiun ini menyasar penggiat masjid seperti marbot, takmir, dan pengurus yang selama ini berperan dalam menjaga aktivitas masjid serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kepesertaan dana pensiun syariah, para penggiat masjid diharapkan memiliki persiapan finansial yang lebih baik untuk menghadapi masa pensiun. Inisiatif tersebut sekaligus membuka peluang semakin luasnya akses dana pensiun syariah bagi pekerja di sektor informal.
DPLK Syariah Muamalat berharap kolaborasi bersama Masjid TIC dapat menjadi langkah awal dalam memperluas edukasi dan kepesertaan dana pensiun syariah. Sinergi DMI dan ADPLK juga diharapkan mampu mendorong semakin banyak penggiat masjid di berbagai daerah memperoleh perlindungan dan perencanaan keuangan untuk masa depan.