JAKARTA, SEPUTARBANK – BPR Syariah Asad Alif kembali mencatatkan kinerja positif yang mendapatkan apresiasi dua penghargaan dalam ajang Infobank Awards 2026 atas kinerja bisnis dan keuangan sepanjang 2025.
Penghargaan tersebut diterima oleh Pemegang Saham Pengendali BPR Syariah Asad Alif, Nugroho Hardiko Utomo, bersama Direktur Utama BPR Syariah Asad Alif, Imam Heri Setiawan, dalam acara Infobank Awards 2026 yang digelar di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Imam mengatakan, dua penghargaan yang diraih menjadi apresiasi atas konsistensi kinerja BPR Syariah Asad Alif. Penghargaan pertama diberikan atas kemampuan perseroan mempertahankan kinerja selama lima tahun berturut-turut. Sementara penghargaan kedua diraih sebagai BPR Syariah dengan kinerja terbaik tahun 2025 untuk kategori aset Rp50 miliar hingga di bawah Rp100 miliar.
“Alhamdulillah, BPR Syariah Asad Alif meraih dua penghargaan dalam ajang kali ini. Pertama sebagai BPR Syariah yang mampu mempertahankan kinerja selama lima tahun berturut-turut dan kedua sebagai BPR Syariah dengan kinerja terbaik tahun 2025 pada kategori aset Rp50 miliar sampai dengan di bawah Rp100 miliar,” kata Imam dalam keterangannya kepada Seputarbank, Kamis (8/10/2026).
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan sepanjang 2025, BPR Syariah Asad Alif tetap mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis. Hingga Desember 2025, total aset perseroan mencapai Rp99,273 miliar, meningkat dari Rp81,712 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya atau tumbuh sekitar 21 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut juga tercermin dari perolehan laba bersih yang mencapai Rp670,83 juta. Menurut Imam, capaian tersebut turut memberikan ruang bagi perseroan mencatatkan keuntungan.
“Kondisi ekonomi yang masih belum stabil di tahun 2025 tidak menghalangi BPR Syariah Asad Alif untuk terus tumbuh. Kami mencatat pertumbuhan sekitar 21 persen dengan perolehan laba bersih Rp670,83 juta dan masih bisa membagikan dividen,” ujarnya.
Dari sisi pembiayaan, penyaluran dana BPR Syariah Asad Alif hingga Desember 2025 mencapai Rp81,171 miliar, naik dari Rp67,614 miliar pada tahun sebelumnya atau tumbuh sekitar 20 persen secara tahunan.
Pertumbuhan bisnis juga ditopang oleh kepercayaan nasabah yang tercermin dari peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga akhir 2025, DPK yang berhasil dihimpun mencapai Rp59,621 miliar, meningkat 19,3 persen dibandingkan Rp49,962 miliar pada tahun sebelumnya.
“Kepercayaan masyarakat kepada kami tetap terjaga. Hal itu terlihat dari kenaikan dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun menjadi Rp59,621 miliar atau tumbuh 19,3 persen secara tahunan,” jelas Imam.
Selain pertumbuhan aset dan pembiayaan, BPR Syariah Asad Alif juga menjaga kondisi permodalan dan kualitas aset. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) tercatat sebesar 20,34 persen.
Sementara itu, rasio Non Performing Financing (NPF) neto berada di level 3,56 persen dan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) tercatat sebesar 85,37 persen.
Imam menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen perseroan, termasuk dukungan dan kepercayaan nasabah.
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas kinerja positif ini sehingga meraih dua penghargaan. Semua ini tidak terlepas dari tim yang solid dan loyal serta nasabah yang selalu setia bersama kami,” tandasnya.