JAKARTA, SEPUTARBANK – BPR Syariah Waykanan kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Waykanan tersebut berhasil mempertahankan predikat kinerja sangat bagus selama tujuh tahun berturut-turut dalam ajang Infobank Awards 2026.
Direktur Utama BPR Syariah Waykanan, Suryanti, SE, MM, hadir langsung menerima penghargaan yang digelar di Shangri-La Hotel Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Dalam ajang tersebut, BPR Syariah Waykanan meraih dua penghargaan, yakni Golden Champion dan Excellent Performance for 5 Consucutive Year dan Excellent Performance Sharia Rural Economic Bank 2026.
Suryanti mengatakan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Waykanan yang langsung datang dari Bupati Way Kanan, Ibu Ayu Asalasiah, S.Ked selaku pemegang saham pengendali, serta kepercayaan nasabah terhadap perseroan.
“Atas dukungan yang diberikan, BPR Syariah Waykanan terus mendapatkan apresiasi berupa penghargaan dari lembaga-lembaga independen atas kinerja yang telah dicapai selama ini,” kata Suryanti dalam keterangannya kepada Seputarbank, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, penghargaan yang diraih juga menjadi bukti kepercayaan nasabah yang terus terjaga terhadap BPR Syariah Waykanan. Karena itu, perseroan menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah yang selama ini tetap loyal.
“Dua penghargaan ini juga tidak terlepas dari kepercayaan para nasabah kami di BPR Syariah Waykanan. Mewakili perusahaan, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh nasabah yang setia dan loyal kepada kami,” ujarnya.
Dari sisi kinerja keuangan, BPR Syariah Waykanan mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2025. Total aset perseroan mencapai Rp137,79 miliar, dengan perolehan laba sebesar Rp1,962 miliar.
Kondisi permodalan perseroan juga terjaga dengan baik. Hal tersebut tercermin dari rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang mencapai 26,13 persen.
Sementara itu, kualitas pembiayaan berhasil dipertahankan dengan rasio Non Performing Financing (NPF) neto sebesar 0,76 persen. Dari sisi likuiditas, BPR Syariah Waykanan juga memiliki kondisi yang kuat dengan cash ratio sebesar 19,54 persen.
“Dari positifnya tingkat kesehatan bank yang kami jalankan, tingkat Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 87,14 persen juga masih sangat terjaga,” tandas Suryanti.