SEPUTARBANK, Bandar Lampung – Dewan Pimpinan Wilayah Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (DPW HIMBARSI) Lampung menggelar One Day Training bertema "Recovery Pembiayaan Bermasalah BPRS" di Hotel Golden Tulip Springhill Lampung. Kegiatan ini menghadirkan praktisi perbankan syariah, Slamet Sulistiono, sebagai narasumber utama.
Ketua DPW HIMBARSI Lampung, Suryanti dalam pesan yang disampaikan kepada Seputarbank, Minggu (26/07/2026), mengatakan pelatihan tersebut diikuti oleh para direksi, pejabat eksekutif, kepala divisi recovery, ketua tim penagihan, Satuan Kerja Audit Internal (SKAI), divisi kepatuhan, serta manajemen risiko dari Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Lampung.
Menurut Suryanti, pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) BPRS dalam menangani pembiayaan bermasalah secara efektif, sehingga mampu menjaga kualitas pembiayaan dan kesehatan bank.
"Dalam pelatihan ini peserta akan mendapatkan materi terkait strategi pengelolaan portofolio Non-Performing Financing (NPF), pembagian tugas dan kompetensi tim recovery, sistem monitoring, teknik recovery, hingga penyusunan dashboard aktivitas penanganan pembiayaan bermasalah yang dapat menyebabkan peningkatan NPF dan berdampak pada tingkat kesehatan bank," ujar Suryanti yang juga merupakan Direktur Utama di BPR Syariah Way Kanan.
Ia menjelaskan, materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek teknis penanganan pembiayaan bermasalah, tetapi juga mengedepankan pendekatan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
"Pelatihan ini menekankan pendekatan secara syar'i, teknik recovery yang progresif dan telah terbukti efektif, pelaksanaan kegiatan yang sistematis, serta mekanisme pelaporan dan monitoring yang sesuai dengan standar Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, DPW HIMBARSI Lampung berharap para peserta dapat menerapkan strategi recovery pembiayaan yang lebih optimal di masing-masing BPRS, sehingga mampu menekan rasio NPF dan memperkuat tata kelola manajemen risiko.
"Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi SDM dan para pejabat BPRS di Lampung dalam menghadapi tantangan pengelolaan pembiayaan bermasalah," tutup Suryanti.