SEPUTARBANK, BANDA ACEH – PT Bank Aceh Syariah mencatat pertumbuhan positif hingga kuartal III 2026. Kinerja tersebut tercermin dari kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK), pembiayaan, total aset, dan laba dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam keterangan yang didapatkan Seputarbank, Selasa (06/10/2026), dari pers rilis yang diterbitkan Bank Aceh, pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat fundamental bisnis sekaligus menjaga keberlangsungan layanan perbankan di tengah berbagai tantangan ekonomi dan kondisi bencana di sejumlah wilayah Aceh.
Di tengah kondisi tersebut, Bank Aceh tetap berupaya memastikan layanan perbankan berjalan dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan tetap terpenuhi.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memberikan kebijakan restrukturisasi pembiayaan bagi nasabah yang terdampak bencana. Kebijakan ini diharapkan memberikan ruang bagi nasabah dalam memenuhi kewajibannya sekaligus membantu menjaga keberlangsungan usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain restrukturisasi pembiayaan, Bank Aceh juga melakukan berbagai langkah penanganan dan pemulihan layanan sebagai respons terhadap kondisi bencana. Upaya tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan keberlangsungan operasional dan kebutuhan nasabah.
DPK Bank Aceh Tumbuh 4,73 Persen
Hingga September 2026, DPK Bank Aceh mencapai Rp27,58 triliun, meningkat 4,73 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan September 2025 sebesar Rp26,34 triliun.
Pertumbuhan DPK terutama ditopang peningkatan dana giro dan tabungan. Dana giro tercatat mencapai Rp10 triliun, tumbuh 71,40 persen yoy.
Sementara itu, dana tabungan mencapai Rp11,97 triliun, meningkat 13,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi pembiayaan, Bank Aceh juga mencatat pertumbuhan positif. Hingga kuartal III 2026, total pembiayaan mencapai Rp21,99 triliun, naik 6,82 persen yoy dari Rp20,59 triliun pada September 2025.
Pertumbuhan pembiayaan tersebut menunjukkan upaya Bank Aceh dalam memperkuat fungsi intermediasi sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha di Aceh.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, total aset Bank Aceh mencapai Rp32,35 triliun pada September 2026. Angka tersebut tumbuh 4,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp31,03 triliun.
Sementara dari sisi profitabilitas, Bank Aceh membukukan laba Rp373,62 miliar, meningkat 1,38 persen dari Rp368,53 miliar pada September 2025.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, mengatakan capaian hingga kuartal III 2026 merupakan bagian dari proses penguatan bisnis perseroan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Capaian hingga September 2026 menunjukkan bahwa Bank Aceh terus menjaga pertumbuhan bisnis secara positif. Pertumbuhan DPK, pembiayaan, aset, dan laba menjadi bagian penting dalam memperkuat fundamental perseroan serta meningkatkan kemampuan Bank dalam memberikan layanan dan pembiayaan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Fadhil, Bank Aceh akan terus memperkuat strategi bisnis dengan mengedepankan pertumbuhan yang sehat, peningkatan kualitas layanan, optimalisasi sumber daya, serta efisiensi operasional.
“Kami akan terus menjaga momentum pertumbuhan ini dengan tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia usaha di Aceh. Transformasi layanan, penguatan digitalisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian dari upaya kami untuk memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian Aceh,” tambahnya.
Bank Aceh Percepat Penguatan Menuju Bank Devisa
Sejalan dengan penguatan kinerja, Bank Aceh juga mempercepat langkah menuju penguatan layanan transaksi valuta asing dan pengembangan kapasitas sebagai bank devisa.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas layanan perbankan, meningkatkan konektivitas transaksi internasional, serta memberikan pilihan layanan yang semakin beragam bagi masyarakat dan pelaku usaha di Aceh.
Persiapan dilakukan melalui penguatan proses bisnis, sumber daya manusia, infrastruktur, sistem, serta pemenuhan aspek tata kelola dan ketentuan yang diperlukan.
Dengan kesiapan tersebut, Bank Aceh diharapkan semakin mampu mendukung kebutuhan transaksi masyarakat dan dunia usaha, termasuk aktivitas perdagangan dan kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan transaksi internasional.
Raih Sejumlah Penghargaan
Selain mencatat pertumbuhan bisnis, Bank Aceh juga meraih sejumlah penghargaan sepanjang 2026 sebagai apresiasi atas kinerja, komunikasi, dan kontribusi perseroan terhadap masyarakat serta perekonomian Aceh.
Pada 19 Juli 2026, Bank Aceh meraih Pemred Award 2026 kategori Corporate Leadership – The Best Communication bidang Komunikasi dan Informasi.
Kemudian pada 28 Agustus 2026, Bank Aceh memperoleh KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat kategori Bank Implementasi KEJAR Terbaik BPD Wilayah Sumatera.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen Bank Aceh dalam mendukung implementasi program KEJAR sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Sehari berselang, pada 29 Agustus 2026, Bank Aceh meraih Serambi Award 2026 – Gebrakan Sang Pemimpin kategori Garda Terdepan Pemulihan Layanan Keuangan Saat Bencana.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap peran Bank Aceh dalam menjaga keberlangsungan layanan keuangan sekaligus mendukung pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat di tengah kondisi bencana.
Tidak hanya perseroan, Direktur Utama Bank Aceh Syariah Fadhil Ilyas juga meraih SMSI Aceh Award 2026 kategori Tokoh Penggerak Ekonomi Daerah melalui Sektor UMKM dan Industri Kreatif pada 5 September 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui dukungan terhadap sektor UMKM dan industri kreatif.
Rangkaian penghargaan tersebut menjadi bagian dari pengakuan berbagai pihak terhadap peran Bank Aceh dalam memberikan layanan kepada masyarakat sekaligus mendukung perekonomian daerah.
Bagi Bank Aceh, kepercayaan publik menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Karena itu, berbagai capaian tersebut akan menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, serta memberikan manfaat yang semakin nyata.
Dengan pertumbuhan bisnis yang tetap positif, penguatan layanan, dan transformasi digital yang terus dilakukan, Bank Aceh optimistis dapat melanjutkan transformasi secara berkelanjutan serta memperkuat perannya dalam mendukung masyarakat dan perekonomian Aceh.