BANDA ACEH, SEPUTARBANK.COM – Peran perbankan tidak berhenti pada aktivitas layanan keuangan, tetapi juga diuji ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat. Hal itu tercermin dari kiprah PT Bank Aceh Syariah yang mendapatkan penghargaan Serambi Awards 2026 kategori Garda Terdepan Pemulihan Layanan Keuangan Saat Bencana.
Penghargaan tersebut diberikan dalam Malam Apresiasi “Gebrakan Sang Pemimpin” di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026) malam. Seputarbank mengutip informasi tersebut dari kanal resmi Bank Aceh, Minggu (6/9/2026).
Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Aceh Syariah Fadhil Ilyas. Apresiasi ini menjadi pengakuan atas upaya Bank Aceh menjaga akses dan keberlangsungan layanan keuangan sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Di tengah situasi bencana, Bank Aceh mengambil sejumlah langkah untuk memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan. Upaya tersebut dilakukan melalui keberlanjutan pelayanan perbankan, bantuan kemanusiaan, relaksasi pembiayaan bagi nasabah terdampak, serta penguatan layanan digital.
Bagi masyarakat yang berada dalam situasi darurat, akses terhadap layanan keuangan menjadi kebutuhan penting. Karena itu, keberadaan perbankan yang mampu mempertahankan layanan sekaligus memberikan kebijakan yang adaptif menjadi bagian dari proses pemulihan.
Fadhil Ilyas menyampaikan, penghargaan yang diterima Bank Aceh bukan semata-mata pencapaian institusi. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras seluruh insan Bank Aceh dalam mendampingi masyarakat di tengah kondisi sulit.
“Bagi kami, penghargaan ini memiliki makna yang lebih dari sekadar sebuah pencapaian. Ini adalah bentuk apresiasi atas kerja dan kepedulian seluruh insan Bank Aceh yang tetap berupaya hadir ketika masyarakat sedang menghadapi masa-masa sulit,” ujarnya.
Fadhil menegaskan, menjaga layanan keuangan tetap berjalan ketika bencana terjadi merupakan tantangan tersendiri. Namun, kondisi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Bank Aceh untuk membuktikan komitmennya dalam memberikan kepastian dan solusi bagi masyarakat.
“Di tengah bencana, menjaga agar layanan keuangan tetap berjalan bukanlah hal yang mudah. Namun, di situlah komitmen kita diuji. Masyarakat membutuhkan kepastian, dan Bank Aceh harus menjadi bagian dari solusi,” katanya.
Menurut Fadhil, penghargaan tersebut juga menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Bank Aceh untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat peran sosial perusahaan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian.
Dengan penghargaan tersebut, Bank Aceh menunjukkan bahwa peran lembaga keuangan dalam penanganan bencana dapat mencakup lebih dari sekadar menjaga operasional. Kehadiran layanan perbankan, dukungan kemanusiaan, serta kebijakan yang responsif menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat melewati masa pemulihan.