BANDA ACEH, SEPUTARBANK.COM – PT Bank Aceh Syariah mendapat apresiasi dari Baitul Mal Aceh (BMA) atas komitmenya dalam menunaikan zakat perusahaan. Bank Aceh bahkan disebut sebagai salah satu muzaki terbesar di Aceh sekaligus memiliki peran penting dalam memperkuat penghimpunan zakat di daerah.
Seputarbank mengutip informasi dari kanal resmi Bank Aceh Syariah, Rabu (2/9/2026), Bank Aceh menyalurkan zakat perusahaan Tahun Buku 2025 sebesar Rp11,947 miliar.
Kepala Baitul Mal Aceh, Tgk HM Yunus M Yusuf, mengapresiasi langkah Bank Aceh yang tidak hanya menunaikan zakat perusahaan, tetapi juga memperluas penyalurannya melalui jaringan kantor cabang di berbagai kabupaten/kota.
“Bank Aceh merupakan muzaki terbesar di Aceh dan juga menjadi salah satu penyalur zakat terbanyak di Aceh. Kami sangat mengapresiasi komitmen Bank Aceh dalam menunaikan zakat perusahaan,” ujar M Yunus.
Menurutnya, kontribusi Bank Aceh memiliki arti penting dalam meningkatkan penghimpunan zakat sekaligus menjadi contoh bagi perusahaan lainnya dalam menjalankan kewajiban zakat.
BMA berharap langkah tersebut dapat mendorong lebih banyak perusahaan yang beroperasi di Aceh untuk ikut menunaikan zakat perusahaan.
“Potensi zakat di Aceh sangat besar. Apabila dapat dihimpun dan dikelola dengan baik, tentu akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat, khususnya para mustahik,” katanya.
Dalam penyaluran zakat Tahun Buku 2025, sebesar Rp2,7 miliar diserahkan langsung kepada BMA. Sementara zakat lainnya disalurkan melalui kantor cabang Bank Aceh kepada Baitul Mal kabupaten/kota, dengan alokasi Rp400 juta untuk masing-masing Baitul Mal.
M Yunus menilai keberadaan jaringan Bank Aceh di berbagai wilayah menjadi salah satu kekuatan untuk memperluas jangkauan manfaat zakat.
“Penyaluran melalui kantor cabang di daerah tentu sangat membantu karena manfaat zakat dapat lebih dekat dengan masyarakat. Ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara Bank Aceh dengan Baitul Mal di kabupaten/kota,” ujarnya.
Selain memperkuat penyaluran zakat perusahaan, Bank Aceh juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan digital Action Mobile untuk membayar zakat secara lebih mudah dan praktis.
Direktur Utama Bank Aceh Syariah Fadhil Ilyas mengatakan digitalisasi pembayaran zakat merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Aceh.
“Semakin mudah masyarakat menunaikan zakat, kita berharap semakin tinggi pula kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajibannya. Karena pada akhirnya zakat bukan hanya tentang kewajiban, tetapi juga bagaimana kita berbagi dan memberikan manfaat kepada sesama,” tutup Fadhil.