Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 3 Menit Baca

Usia 57 Tahun, Bank Bapas 69 Cetak Aset Rp1,608 Triliun dan Beri Penghargaan UMKM

R

Redaksi

9 September 2026

Usia 57 Tahun, Bank Bapas 69 Cetak Aset Rp1,608 Triliun dan Beri Penghargaan UMKM

MAGELANG, SEPUTARBANK.COM – PT BPR Bank Bapas 69 (Perseroda) Kabupaten Magelang dinilai mampu menjaga kinerja positif di tengah perlambatan pertumbuhan industri perbankan dan meningkatnya risiko kredit. Hingga 30 Juni 2026, bank milik Pemerintah Kabupaten Magelang tersebut mencatat total aset mencapai Rp1,608 triliun.

Kinerja tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-57 Bank Bapas 69 yang berlangsung di Kantor Pusat Bank Bapas 69, Kabupaten Magelang, Rabu (9/9/2026).

Grengseng mengatakan, kemampuan Bank Bapas 69 mempertahankan performa di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan menjadi capaian yang patut diapresiasi. Menurutnya, keberadaan Bank Bapas 69 juga memiliki peran strategis karena turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Magelang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, saya menyampaikan selamat ulang tahun kepada PT BPR Bank Bapas 69. Semoga di usia yang ke-57 ini semakin maju, semakin profesional, dan terus menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Magelang,” ujar Grengseng.

Selain mencatat aset Rp1,608 triliun, Bank Bapas 69 juga memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan audit Akuntan Publik serta predikat “Sangat Sehat” dalam penilaian tingkat kesehatan bank.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa Bank Bapas 69 mampu menjaga fundamental perusahaan sekaligus mempertahankan tingkat kepercayaan masyarakat di tengah dinamika industri perbankan.

Bupati Dorong Penguatan Pembiayaan UMKM

Di usia ke-57 tahun, Grengseng mendorong Bank Bapas 69 untuk semakin memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Magelang, khususnya dalam menjalankan fungsi intermediasi perbankan.

Menurutnya, dukungan pembiayaan perlu semakin diarahkan kepada sektor produktif, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.

Selain pembiayaan, transformasi digital juga dinilai perlu terus diperkuat untuk menciptakan layanan perbankan yang lebih mudah, efisien, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan penguatan fungsi intermediasi dan digitalisasi, Bank Bapas 69 diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis, tetapi juga semakin besar kontribusinya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Magelang.

Bank Bapas 69 Pertahankan NPL Sekitar 5 Persen

Direktur Utama Bank Bapas 69 Rohmad Widodo mengatakan, usia 57 tahun menjadi fase kematangan bagi perseroan. Menurutnya, pertumbuhan bank tidak semata-mata diukur dari ekspansi bisnis, tetapi juga dari kemampuan menjaga fundamental dan kepercayaan nasabah.

“Di usaha perbankan memang wajib untuk bertumbuh. Tetapi situasi saat ini memang tidak baik-baik saja, baik global, nasional, regional maupun lokal. Pertumbuhan perbankan mengalami perlambatan dan NPL juga mengalami kenaikan,” kata Rohmad.

Ia menyebut rata-rata Non-Performing Loan (NPL) secara nasional berada di kisaran 13 persen, sedangkan di Jawa Tengah mencapai sekitar 19 persen.

Di tengah kondisi tersebut, Bank Bapas 69 mampu mempertahankan NPL di kisaran 5 persen.

“Alhamdulillah Bank Bapas 69 masih di kisaran 5 persen sesuai ketentuan. Ini yang perlu kita jaga. Kita memiliki bank yang tetap settle di bidangnya,” ujarnya.

Rohmad menegaskan, menjaga kualitas kredit menjadi salah satu fokus utama perseroan. Dengan NPL yang tetap terkendali, Bank Bapas 69 berupaya menjaga kesehatan bisnis sekaligus memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan di tengah tantangan ekonomi.

HUT ke-57 Diwarnai Penghargaan untuk UMKM

Peringatan HUT ke-57 Bank Bapas 69 juga menjadi momentum memberikan apresiasi kepada pelaku UMKM melalui UMKM Award.

Juara pertama diraih Indocake Maju Sejahtera dari Tegalrejo, disusul Puspanyidra Batik dari Grabag sebagai juara kedua dan Kedai Kopi Selogriyo dari Windusari sebagai juara ketiga.

Sementara pada kategori disabilitas, juara pertama diraih Penjahit Kang Yo dari Sawangan dan juara kedua Pawon Rizky dari Srumbung.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Bapas 69 dalam mendorong pelaku UMKM agar terus berkembang, naik kelas, dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian Kabupaten Magelang.

R

Redaksi