SURABAYA, SEPUTARBANK - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, kembali menahkodai Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (PW MES)Jawa Timur, periode 2026–2031.
Orang nomor 2 di Jawa Timur ini kembali mendapat kepercayaan untuk kedua kalinya memimpin kepengurusan MES, melanjutkan periode sebelumnya, (2022–2025).
Emil pun menyatakan siap memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional melalui pengembangan rantai nilai halal (halal value chain) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Pelantikan Emil bersama 85 jajaran pengurus PW MES Jatim dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat MES yang juga menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, di Surabaya pada Minggu (27/9/2026).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang turut hadir dalam prosesi tersebut, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keterpilihan kembali Emil Dardak. Khofifah menekankan pentingnya sinergi MES dalam menyambungkan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), industri halal, serta ekonomi berbasis pesantren.
"Selamat kepada Pak Wagub yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum MES Jatim untuk lima tahun ke depan. Perekonomian Jawa Timur banyak ditopang oleh ekosistem halal dan produk pesantren. Karena itu, fokus utama kita adalah mewujudkan halal value chain yang saling terintegrasi," tegas Khofifah.
Fokus Utama: Akselerasi Sertifikasi Halal UMKM dan Industri
Menjawab amanah tersebut, Emil Dardak menegaskan bahwa MES Jatim periode ini akan menitikberatkan perhatian pada percepatan kepemilikan sertifikat halal, khususnya bagi para pelaku usaha kecil. Menurutnya, banyak UMKM yang secara proses pada dasarnya sudah halal, namun masih terkendala teknis dan administrasi persyaratan.
"Kami berharap kapabilitas dan kapasitas Jawa Timur dalam meraih sertifikasi halal dapat menjadi motor penggerak secara nasional," ujar Emil.
Sebagai langkah konkret, MES Jatim terus mendorong optimalisasi kawasan industri halal (Halal Industrial Park). Emil berharap kawasan ini ke depan bisa mendapatkan insentif fiskal layaknya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga mampu mempercepat pemenuhan standar sertifikasi bagi industri.
Tak hanya berfokus pada sektor riil, Emil juga menyoroti tantangan di bidang keuangan syariah. Ia berkomitmen menjadikan MES sebagai wadah yang mampu menjawab dinamika serta kendala praktis keuangan syariah di lapangan.
Upaya ini mendapat dorongan kuat dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bank Indonesia, serta lembaga perbankan daerah seperti Bank Jatim melalui pengembangan Unit Usaha Syariah (UUS)-nya.
"Insya Allah, Pemprov Jatim dan Bank Indonesia selalu memberikan perhatian besar. Kami sangat mengapresiasi dukungan semua pihak, termasuk BI yang menjadi bagian inti dari MES," lanjutnya.
Emil berharap PW MES Jatim terus solid dan mampu memberikan kontribusi nyata, baik bagi kemajuan ekonomi syariah di tingkat daerah maupun sebagai penopang utama Pengurus Pusat MES di tingkat nasional.