Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 2 Menit Baca

Charity Touring Perbarindo DIY, Salurkan 200 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

H

Henigun

28 September 2026

Charity Touring Perbarindo DIY, Salurkan 200 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
Program Charity Touring, Perbarindo DIY menyalurkan bantuan 200 tangki air bersih untuk warga yang kekeringan parah di Kabupaten Gunungkidul, Minggu (27/9/2026).(Foto: Istimewa)

GUNUNGKIDUL DIY, SEPUTARBANK - Puluhan direksi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah se-DIY yang tergabung dalam Perbarindo Rider Community menggelar aksi kemanusiaan bertajuk Perbarindo Charity Touring, Minggu (28/9/2026). Cukup membanggakan, 42 BPR konvensional dan 10 BPR Syariah di Yogyakarta turut berpartisipasi dalam penggalangan dana.

Bukan sekadar ajang menyalurkan hobi turing, rombongan ini membawa misi vital: menyalurkan bantuan 200 tangki air bersih untuk warga yang tengah berjuang menghadapi kekeringan parah di Kabupaten Gunungkidul. Penyerahan bantuan dipusatkan di Balai Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus.

Murni dari Hati, Bukan Kas Organisasi

Ketua DPD Perbarindo (Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia) DIY, Wulfram Margono, menegaskan bahwa ratusan tangki air bersih ini lahir murni dari kepedulian individu para pimpinan BPR/BPRS. Sebanyak 42 BPR konvensional dan 10 BPR Syariah bergotong royong mengumpulkan iuran sukarela demi meringankan beban warga.

"Kami datang ke wilayah ini membawa cinta kasih dan kepedulian nyata untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana kekeringan," ujar Wulfram.

Bantuan air bersih ini didistribusikan secara merata ke dua titik krusial, yakni 100 tangki untuk Kalurahan Sidoharjo (Kapanewon Tepus) dan 100 tangki untuk Kalurahan Jepitu (Kapanewon Girisuko). Guna menjamin akuntabilitas dan ketepatan sasaran, bantuan diwujudkan dalam bentuk dana senilai Rp15 juta per kalurahan yang disalurkan transparan melalui Bank Daerah Gunungkidul.

OJK dan Pemkab Beri Apresiasi Tinggi

Aksi tanggap bencana ini mendapat pengawalan langsung dari Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, Eko Yunianto. Turut serta dalam rombongan turing, Eko menegaskan bahwa industri jasa keuangan harus memiliki sensitivitas sosial yang tinggi.

"Industri perbankan tidak hanya hadir dalam layanan finansial, tetapi harus hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan. Apalagi musim kemarau diperkirakan masih berlangsung cukup panjang," tegas Eko.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya. Bagi warga Gunungkidul, pasokan air bersih di tengah kemarau bukan sekadar bantuan material, melainkan penambang asa bagi keluarga yang kesulitan membeli air bersih.

"Bantuan ini langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat kami. Semangat gotong royong yang ditunjukkan Perbarindo dan OJK adalah bukti nyata kepribadian bangsa dalam menyelesaikan persoalan daerah bersama-sama," tutur Bupati.

Usai merampungkan serah terima bantuan secara hangat dan kekeluargaan, rombongan turing melanjutkan perjalanan menuju Pantai Ngandong untuk merekatkan kebersamaan. Meski menjadi sarana rehat sejenak dari penatnya aktivitas perbankan, jejak kepedulian yang ditinggalkan di bumi Handayani menjadi bukti bahwa BPR/BPRS hadir dan berdetak bersama nadi kehidupan masyarakat.

H

Henigun