Lewati ke konten utama
Bank 3 Menit Baca

BTN Bidik 30% Kredit Non-Perumahan, Strategi Beyond Mortgage Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

R

Redaksi

14 September 2026

BTN Bidik 30% Kredit Non-Perumahan, Strategi Beyond Mortgage Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Foto: Istimewa

JAKARTA, SEPUTARBANK.COM — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) semakin agresif memperluas sumber pertumbuhan bisnis melalui strategi Beyond Mortgage. Langkah ini dilakukan dengan mengembangkan bisnis di luar sektor perumahan, namun tetap memanfaatkan kekuatan BTN sebagai bank yang memiliki basis nasabah dan ekosistem perumahan yang kuat.

Melalui strategi tersebut, BTN menargetkan porsi kredit non-perumahan mencapai sekitar 30% dari total kredit pada 2030. Target ini meningkat dari posisi 20,4% pada Juni 2026 dan 18,0% pada akhir 2025.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menegaskan, ekspansi ke bisnis non-perumahan bukan berarti perseroan meninggalkan sektor yang selama ini menjadi kompetensi utamanya.

Sebaliknya, strategi Beyond Mortgage diarahkan untuk membangun sumber pertumbuhan baru yang tetap memiliki keterkaitan dengan basis nasabah dan ekosistem BTN.

“BTN tetap menjadi bank yang fokus pada sektor perumahan. Namun, kebutuhan nasabah tidak berhenti ketika mereka memiliki rumah. Melalui Beyond Mortgage, kami ingin hadir lebih luas dalam kebutuhan finansial nasabah sekaligus masuk ke ekosistem-ekosistem baru yang memiliki potensi bisnis besar,” ujar Nixon dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9) yang dikutip Seputarbank dalam kanal resmi BTN, Senin (14/09/2026).

Kredit Non-Perumahan Terus Diperbesar

Untuk mempercepat diversifikasi bisnis, BTN mengembangkan pertumbuhan baik secara organik maupun anorganik. Salah satunya melalui akuisisi portofolio kredit secara selektif untuk memperluas basis nasabah sekaligus meningkatkan kontribusi kredit non-perumahan.

Hingga Juni 2026, porsi kredit non-perumahan BTN telah mencapai 20,4% dari total kredit, naik dari 18,0% pada akhir 2025. Angka tersebut ditargetkan terus bertumbuh secara bertahap hingga mencapai sekitar 30% pada 2030.

Di saat yang sama, BTN memperluas pendekatan bisnis berbasis ekosistem melalui berbagai kemitraan di luar sektor perumahan.

Hingga Juni 2026, BTN telah menjalin kerja sama dengan 59 pemerintah daerah, 57 universitas, dan 26 rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia.

Perseroan juga mulai memperluas penetrasi ke sektor pariwisata, mulai dari transaksi merchant, kuliner, resor, properti hingga kawasan wisata.

Menurut Nixon, pendekatan berbasis ekosistem menjadi salah satu kunci BTN dalam menciptakan sumber pertumbuhan baru.

“Ekosistem menjadi pintu masuk yang sangat penting. Ketika BTN masuk ke pemerintah daerah, misalnya, peluangnya bukan hanya pengelolaan rekening institusi, tetapi juga payroll, KPR dan kredit konsumer bagi ASN, treasury hingga berbagai transaksi lainnya. Pola yang sama kami kembangkan di pendidikan, kesehatan maupun pariwisata,” tuturnya.

4,3 Juta Pengguna balé by BTN

Ekspansi Beyond Mortgage juga diperkuat melalui pengembangan ekosistem digital. Hingga Juni 2026, balé by BTN telah memiliki sekitar 4,3 juta pengguna, sementara balé Korpora digunakan sekitar 25.700 pengguna.

Ekosistem BTN juga telah mencakup lebih dari 344.000 merchant, lebih dari 11.000 developer, serta sekitar 439.000 rekening payroll.

Di sektor kesehatan, misalnya, BTN menghadirkan Healthcare Dashboard melalui balé Korpora. Fitur tersebut membantu institusi rumah sakit memantau kinerja secara real-time, termasuk produktivitas dokter dan arus kas.

Sementara di sektor pariwisata, BTN menghadirkan solusi pembayaran, transaksi, serta layanan finansial terintegrasi di sejumlah kawasan destinasi wisata.

Dorong Pendapatan Berbasis Komisi

Beyond Mortgage tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penyaluran kredit, tetapi juga memperbesar sumber pendapatan berbasis fee atau komisi.

Salah satunya melalui bisnis bancassurance. Hingga semester I-2026, bisnis tersebut telah menghasilkan pendapatan non-bunga sebesar Rp27,4 miliar, atau sekitar 1,5% dari total fee-based income BTN.

Perseroan juga tengah mengembangkan kemitraan bancassurance eksklusif melalui jaringan kantor cabang untuk memperluas potensi pendapatan berbasis komisi.

Housing Tetap Jadi DNA BTN

Meski memperluas bisnis ke berbagai sektor, Nixon memastikan strategi Beyond Mortgage tidak akan menghilangkan identitas BTN sebagai bank yang berfokus pada perumahan.

Menurutnya, sektor perumahan tetap menjadi fondasi utama, sementara ekspansi ke sektor lain dilakukan untuk memperluas hubungan BTN dengan nasabah sepanjang siklus kehidupan mereka.

“Jadi, Beyond Mortgage bukan berarti kami bergeser dari perumahan. Housing tetap menjadi DNA BTN. Yang kami lakukan adalah memperbesar ekosistem di sekelilingnya sehingga hubungan BTN dengan nasabah menjadi semakin luas, baik individu, institusi maupun korporasi,” tutup Nixon.

R

Redaksi