Lewati ke konten utama
Nusantara 3 Menit Baca

BI Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Banyumas Raya Lewat Selaras 2026

R

Redaksi

7 September 2026

BI Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Banyumas Raya Lewat Selaras 2026
Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Aswin Gantina (kanan) saat berada disalah satu stand Selaras 2026. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, SEPUTARBANK.COM – Bank Indonesia (BI) terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah di Banyumas Raya, Jawa Tengah, melalui Semarak Festival Ekonomi Syariah Eks Keresidenan Banyumas (Selaras) 2026 yang berlangsung pada 4–6 September 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi syariah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Aswin Gantina mengatakan Selaras 2026 merupakan bagian dari implementasi tiga pilar pengembangan ekonomi syariah, yakni penguatan halal value chain, pengembangan keuangan dan sosial syariah, serta peningkatan literasi ekonomi syariah.

“Berbagai program tersebut dilaksanakan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk semakin memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara,” katanya seperti dikutip Seputarbank, Senin (07/09/2026) dari Antara.

Penguatan halal value chain dilakukan melalui peluncuran Zona KHAS (Kuliner, Halal, Aman dan Sehat) di Z-Corner Alun-Alun Banyumas dan Kampus UIN Saizu Purwokerto. BI Purwokerto juga memfasilitasi sertifikasi Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU), sekaligus memperkuat kapasitas penyelia halal.

Dari sisi UMKM, Selaras menghadirkan Sharia Fair yang diikuti 75 UMKM halal dari sektor makanan dan minuman, wastra, serta kriya. Promosi produk juga diperluas melalui sinergi dengan berbagai kegiatan di Banyumas Raya, seperti Pasar Ramadhan UMP, Cilacap Expo, Festival Gunung Slamet di Purbalingga, dan Dieng Culture Festival di Banjarnegara.

“Pada sisi hilir, Sharia Fair menghadirkan 75 UMKM halal dari sektor makanan dan minuman, wastra, serta kriya,” ujar Aswin.

Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut membuka ruang bagi UMKM untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat akses terhadap pembiayaan. Selaras 2026 juga disinergikan dengan Festival Literasi 2026 guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi syariah dan kebanksentralan.

Sejumlah agenda yang dihadirkan antara lain Sharia Education, Sharia Forum, Piwulang Explore, Pojok Edukasi Kebanksentralan dan Ekonomi Syariah, serta Bazaar Buku “Jelajah Literasi”.

Selain edukasi, BI Purwokerto menyediakan Hub Layanan Publik yang memberikan konsultasi sertifikasi halal, informasi dan akses pembiayaan keuangan syariah, layanan pembayaran pajak daerah, serta berbagai informasi layanan keuangan. Langkah ini diarahkan untuk mendekatkan layanan ekonomi dan keuangan kepada masyarakat serta pelaku usaha.

Capaian transaksi turut menunjukkan dampak kegiatan tersebut. Dari seluruh rangkaian Selaras 2026, termasuk pre-event, tercatat transaksi penjualan Rp1,29 miliar, potensi pembiayaan melalui business matching sebesar Rp740 juta, serta potensi transaksi ekspor mencapai Rp653 juta.

“Dari keseluruhan rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 4–6 September 2026, termasuk pre-event, tercatat transaksi penjualan sebesar Rp1,29 miliar,” kata Aswin.

Sementara itu, lebih dari 30 UMKM menyatakan komitmen mengurus sertifikasi halal dan sejumlah pelaku usaha siap mengikuti pelatihan penyelia halal.

Pada sektor sosial, Selaras juga menghadirkan layanan zakat, infak, sedekah dan wakaf (ziswaf), termasuk penghimpunan donasi untuk ziswaf produktif, kegiatan kemanusiaan, penanganan bencana, dan penyediaan sumur bor untuk menghadapi kekeringan darurat. Hingga kegiatan berakhir, penghimpunan donasi mencapai Rp42,32 juta, dengan jumlah pengunjung dan partisipan sekitar 5.900 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah pengunjung dan partisipan yang mencapai sekitar 5.900 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkas Aswin.

R

Redaksi