Lewati ke konten utama
Nusantara 4 Menit Baca

One Day One Egg JAPFA, Ikhtiar Nyata Tekan Anak Kurang Gizi

R

Redaksi

28 August 2026

One Day One Egg JAPFA, Ikhtiar Nyata Tekan Anak Kurang Gizi
Foto : Pengajar SDN Sukamanah 01, Megamendung-Bogor, tengah membagikan telur untuk mendukung program one day one egg, saat kunjungan JAPFA melalui Program JAPFA for Kids, di SDN Sukamanah 01, Megamendung-Bogor, Jumat (21/8/2026).

SEPUTARBANK, BOGOR - Pagi itu di hari Jumat, 21 Agustus 2026, sekumpulan anak sekolah dasar di kawasan Megamendung, Bogor tengah bersuka cita bermain di halaman sekolahnya. Tak hanya karena  waktunya pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG), tapi juga kehadiran tim dari JAPFA yang tengah melakukan program JAPFA for Kids.

Selain keriuhan siswa siswi SDN Sukamanah 01, Megamendung, yang dikumpulkan di lapangan halaman depan sekolah untuk menerima MBG, ada juga beberapa pelajar yang dikumpulkan ditempat terpisah, jumlahnya sebanyak 29 anak dari sekitar 600 siswa yang ada disekolah tersebut. Mereka inilah yang dikumpulkan untuk menerima program manfaat dari program JAPFA for Kids.

Fasilitator JAPFA for Kids Wilayah Megamendung, Muhammad Trisna Kusuma Wardana, mengatakan bahwa di Megamendung, Bogor, sebanyak 7 satuan pendidikan mendapatkan dukungan dari JAPFA lewat program ini.

“Memang program ini didesain untuk mengurangi angka malnutrisi. Jadi kita awalnya memang melakukan pengukuran screening bersama Puskesmas untuk melihat anak-anak yang memang termasuk dalam gizi kurang dan gizi buruk,” ungkapnya saat ditemui di SDN Sukamanah 01.

Foto: Pengajar SDN Sukamanah 01, Megamendung-Bogor, tengah menemani siswa siswi penerima program manfaat dari program JAPFA for Kids, di SDN Sukamanah 01, Megamendung-Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026).
Foto: Pengajar SDN Sukamanah 01, Megamendung-Bogor, tengah menemani siswa siswi penerima program manfaat dari program JAPFA for Kids, di SDN Sukamanah 01, Megamendung-Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026).

Dalam program JAPFA for Kids di SDN Sukamanah 01, terdapat tiga progran utama yang dilakukan. Pertama ialah pelaksanaan program satu telur satu hari untuk anak-anak yang mengalami gizi kurang dan gizi buruk. Teknisnya program terebut dengan memberikan anak-anak 7 butir telur omega. 7 butir telur omega itu diberikan kepada anak-anak untuk dikonsumsi setiap harinya, di mana setiap hari Senin sampai Jumat itu dikonsumsinya di sekolah.

Jadi orangtuanya mengolahkan hidangan telur dan itu sebagai protein tambahan dari adanya MBG di sini. Tapi kalau Sabtu dan Minggu atau Tanggal Merah, nanti orang tuanya sendiri yang memastikan anaknya itu tadi ada tambahan protein telurnya, dimakan lalu difotokan ke gurunya, lalu dicek. Jadi kita tetap memonitoring bagaimana konsumsinya selama setiap minggu,” tegas Trisna. 

Program selanjutnya ialah Hari Sehat JAPFA yang bertujuan membangun budaya hidup bersih dan sehat serta memantau status gizi anak. Program ini dijalankan dengan melakukan senam sehat, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), makan bekal bersama, dan intervensi gizi. 

Foto: Suasana saat pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sukamanah 01, Megamendung-Bogor. Sebagai upaya mendukung mengatasi anak kurang Gizi, JAPFA hadir melalui program JAPFA for Kids.
Foto: Suasana saat pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sukamanah 01, Megamendung-Bogor. Sebagai upaya mendukung mengatasi anak kurang Gizi, JAPFA hadir melalui program JAPFA for Kids.

“Hari Sehat JAPFA kita jalakan setiap Minggu. Kalau di sini kita di hari Selasa, kita lakukan edukasi tentang gizi seimbang, PHBS, cuci tangan pakai sabun, cek kuku, dan makan bersama,” tuturnya. 

Terakhir dilaksanakan program pertemuan orangtua untuk memberikan evaluasi terhadap perkembangan anaknya dalam kurun waktu satu bulan.

“2 atau 3 minggu setelah program dimulai, kita melakukan MCU untuk semua anak yang menerimq manfaat. Jadi kita sudah melihat ini, ada tidak anak yang punya riwayat sakit dan lainnya Itu yang menjadi indikator kita melihat bagaimana atau apa penyebab anak-anak nanti kalau pertumbuhannya kurang signifikan setelah 1 bulan,” kata dia. 

Di tempat yang sama, Leni, selaku orangtua Akhtar, siswa kelas III SDN Sukamanah 01 penerima manfaat JAPFA for Kids, bercerita bahwa sebelum adanya program JAPFA for Kids, dirinya tidak tahu bahwa anaknya masuk dalam kategori anak dengan gizi kurang. 

“Iya saya enggak tahu (anak kondisi kurang gizi) karena jarang ke Puskesmas dan kelihatan sehat-sehat saja. Tapi ketika ada JAPFA ini dikasih tahu bahwa kurang (gizi). Jadi katanya kurus dan memang anak saya agak pilih-pilih makanan,” urai Leni. 

Foto: Suasana Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sukamanah 01, Megamendung-Bogor. Sebagai upaya mendukung mengatasi anak kurang Gizi, JAPFA hadir melalui program JAPFA for Kids.
Foto: Suasana Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sukamanah 01, Megamendung-Bogor. Sebagai upaya mendukung mengatasi anak kurang Gizi, JAPFA hadir melalui program JAPFA for Kids.

Menurut Leni, putra keduanya tersebut saat masih bayi justru terlihat gemuk. Selain itu, ayahnya dan juga kakaknya tidak mengalami kondisi gizi kurang. 

Meskipun demikian, kehadiran program JAPFA for Kids ini menjadi pengingat bagi dirinya untuk memenuhi gizi anak agar tidak mengalami kondisi stunting.

“Anak saya jadi bertambah berat badannya sekarang. Jadi program ini membantu banget. Apalagi anak saya cita-citanya jadi Polisi. Semoga bisa tercapai,” jelasnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SDN Sukamanah 01, Susi Susanti, mengapresiasi kehadiran program JAPFA for Kids di sekolahnya. Menurutnya untuk mengatasi persoalan stunting atau gizi kurang dan gizi buruk membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. 

“Kami bersyukur sekali JAPFA bisa bekerja sama dengan kami dan orangtua juga sangat merespons baik kehadiran JAPFA. InsyaAllah mudah-mudahan ke depannya kita bisa berjalan lagi dan tidak berhenti di sini saja bersama JAPFA,” pungkas Susi.

R

Redaksi