Lewati ke konten utama
NASIONAL 3 Menit Baca

Hekal Dukung Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

R

Redaksi

26 August 2026

Hekal Dukung Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal (tengah) saat RDPU uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Calon Gubernur BI di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Foto: Mario/Andri (Istimewa)

SEPUTARBANK, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan Destry Damayanti untuk mengemban amanah sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Optimisme tersebut disampaikan Hekal dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) agenda uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Gubernur BI di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Hekal menilai Destry memiliki visi kepemimpinan yang kuat melalui gagasan “Sinergi Merah Putih”. Konsep tersebut dinilai relevan untuk memperkuat koordinasi antara Bank Indonesia, pemerintah, sektor keuangan, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Saya enggak mau bertanya yang macam-macam karena saya yakin Ibu sudah menjadi pilihan yang cukup matang,” ujar Hekal.

Menurutnya, sinergi antarlembaga harus diarahkan tidak hanya untuk menjaga stabilitas makroekonomi, tetapi juga memastikan kebijakan moneter memberikan dampak langsung terhadap sektor riil. Prinsip pembangunan yang tidak meninggalkan masyarakat atau no one left behind juga dinilai perlu menjadi perhatian.

Hekal secara khusus menyoroti pentingnya bauran kebijakan BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Ia berharap kebijakan yang diambil tidak berhenti pada pencapaian indikator makroekonomi, tetapi turut memperkuat industri, lapangan kerja, serta daya beli masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen harus dibarengi kualitas pertumbuhan yang baik. Salah satunya melalui perluasan akses pembiayaan agar pertumbuhan kredit tidak hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Harapan saya itu adalah 8 persen yang berkualitas. Supaya kalau ada pertumbuhan kredit jangan hanya di sektor korporasi, tapi bisa juga sampai ke UMKM,” katanya.

Hekal menilai UMKM dan sektor informal memiliki peran besar dalam menopang perekonomian nasional. Karena itu, ia mendorong BI bersama pemerintah terus memberikan pembinaan agar pelaku usaha dapat berkembang dan naik kelas ke sektor formal.

Menurutnya, penguatan UMKM akan memberikan manfaat ganda, mulai dari memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas usaha, hingga memperbesar kontribusi terhadap perekonomian dan penerimaan negara.

Sementara itu, Destry Damayanti menjelaskan bahwa Sinergi Merah Putih menjadi fondasi utama visi kepemimpinannya di Bank Indonesia. Ia menekankan bahwa sinergi bukan sekadar kerja sama, melainkan upaya menyatukan kekuatan dan membangun langkah bersama untuk mencapai hasil yang lebih optimal.

“Sinergi bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi tentang menyatukan kekuatan, saling melengkapi, dan melangkah seirama untuk mencapai hasil yang lebih baik daripada yang dapat diraih sendirian,” papar Destry.

Dalam visi tersebut, Destry berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, DPR RI, industri keuangan, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas perekonomian sekaligus menciptakan pertumbuhan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Hekal pun berharap hubungan kerja antara Komisi XI DPR RI dan Bank Indonesia ke depan semakin solid. Dengan sinergi yang kuat, kebijakan ekonomi diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan nasional sekaligus mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas. (bit/um,sumber dpr)

R

Redaksi