Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 2 Menit Baca

DPW Solo Dukung DPP Himbarsi Percepat Realisasi Rakornas untuk Gerakkan Industri BPR Syariah

R

Redaksi

26 August 2026

DPW Solo Dukung DPP Himbarsi Percepat Realisasi Rakornas untuk Gerakkan Industri BPR Syariah

SEPUTARBANK, SOLO – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Himbarsi Solo mendukung langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himbarsi untuk segera merealisasikan hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) guna menggerakkan geliat industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah hingga akhir tahun 2026.

Ketua DPW Himbarsi Solo Raya, Fakhruddin Nur, mengatakan hasil Rakornas perlu segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret, terutama dengan memperkuat kolaborasi antara industri BPR Syariah dengan berbagai mitra strategis.

“DPW Solo Raya mendukung langkah DPP Himbarsi untuk segera merealisasikan hasil Rakornas. Harapannya, langkah tersebut dapat menggerakkan geliat industri BPR Syariah hingga akhir tahun,” ujar Fakhruddin kepada Seputarbank, Rabu (26/8/2026).

Dalam Rakornas tersebut, terdapat lima mitra strategis yang diarahkan untuk memperkuat ekosistem bisnis BPR Syariah. Kelima mitra tersebut terdiri dari tiga bank umum syariah, satu perusahaan asuransi syariah, dan satu vendor penjualan emas.

Menurut Fakhruddin, kolaborasi tersebut dapat menjadi momentum bagi BPR Syariah untuk memperkuat daya saing sekaligus memperluas layanan kepada masyarakat. Khusus di Solo Raya, DPW Himbarsi mendorong bank umum syariah yang beroperasi di wilayah tersebut untuk membangun sinergi dengan industri BPR Syariah.

“DPW Solo Raya menginginkan bank umum syariah yang ada di Solo berkolaborasi dengan industri BPR Syariah. Kita sama-sama membangun edukasi, literasi, dan kolaborasi bisnis yang bersinergi,” katanya.

Fakhruddin menilai sinergi dengan perusahaan asuransi syariah juga penting, khususnya dalam aspek perlindungan pembiayaan. Menurut dia, jaminan dan keamanan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri BPR Syariah.

“Dalam hal keamanan, maka penting sekali, terutama terkait jaminan dalam pembiayaan yang mereka dapatkan, dengan cover dari asuransi syariah,” ujarnya.

Selain itu, kolaborasi dengan vendor penjualan emas dinilai dapat membuka peluang pengembangan produk baru. Hal tersebut dinilai relevan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk simpanan dan investasi berbasis emas.

“Dan kolaborasi tambahan produk, terutama masyarakat yang saat ini gemar menabung,” tutur Fakhruddin.

Ia berharap sinergi lintas industri tersebut tidak berhenti pada kesepakatan, tetapi segera diwujudkan dalam program nyata. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, BPR Syariah diharapkan mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah sekaligus memperluas kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat hingga penghujung 2026.

R

Redaksi