SEPUTARBANK, SOLO – BPR Syariah Al Hijrah Thayibah kembali menorehkan prestasi dengan meraih Peringkat 1 BPR Syariah dengan Kinerja Keuangan Terbaik untuk kategori aset di bawah Rp100 miliar.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang BPR Syariah Award 2026 yang diselenggarakan Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (HIMBARSI). Penilaian dilakukan oleh tim independen dan penghargaan diserahkan dalam rangkaian Rakornas Himbarsi 2026 yang berlangsung di Solo, 20-22 Agustus 2026.
Direktur Utama BPR Syariah Al Hijrah Thayibah, Uswatun Hasanah, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti atas konsistensi perseroan dalam menjaga kinerja sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Ini hasil kinerja unggul, kolaborasi kuat dan manfaat lebih luas”. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan kinerja terbaik dan menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” kata Uswatun kepada SEPUTARBANK, Sabtu (22/8/2026).
Aset Tumbuh, Laba Tetap Positif
Uswatun menjelaskan, sepanjang 2025 BPR Syariah Al Hijrah Thayibah membukukan aset sebesar Rp89,357 miliar. Pertumbuhan tersebut berlanjut hingga semester pertama 2026, dengan aset meningkat menjadi Rp92,189 miliar.
Menurutnya, pertumbuhan aset tersebut berjalan seiring dengan kemampuan bank menjaga profitabilitas. Pada akhir 2025, perseroan mencatat laba sebesar Rp2,908 miliar. Sementara hingga Juni 2026, laba yang berhasil dibukukan mencapai Rp1,080 miliar.
“Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini, kami tetap mampu menjaga kinerja dan meraih laba. Ini menunjukkan bahwa fundamental dan strategi bisnis yang kami jalankan tetap berada di jalur yang tepat,” terangnya.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan para nasabah, mitra, stakeholders serta dedikasi seluruh tim BPR Syariah Al Hijrah Thayibah.
Hingga Juni 2026, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp76,708 miliar. Sementara outstanding penyaluran pembiayaan mencapai Rp61,106 miliar.
Jaga Kualitas Pembiayaan
Selain mendorong pertumbuhan bisnis, manajemen juga terus menjaga kualitas pembiayaan agar tetap berada dalam kondisi sehat.
Uswatun menyebutkan, Financing to Deposit Ratio (FDR) BPR Syariah Al Hijrah Thayibah berada di level 79,66 persen. Sementara tingkat Non Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 3,01 persen.
“Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama kami. Karena itu, pertumbuhan harus tetap dibarengi dengan kehati-hatian. Kami terus menjaga FDR pada level yang sehat dan menekan NPF agar kualitas pembiayaan tetap terjaga,” ungkapnya.
Menurut Uswatun, penghargaan yang diraih bukan sekadar pencapaian institusi, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen yang selama ini mendukung perjalanan BPR Syariah Al Hijrah Thayibah.
“Penghargaan ini kami persembahkan kepada seluruh nasabah, seluruh tim BPR Syariah Al Hijrah Thayibah, mitra, dan stakeholders atas kepercayaan, loyalitas, serta sinergi yang terus menguatkan langkah kami,” tuturnya.
Dorong BPR Syariah Naik Kelas
Uswatun menegaskan, penghargaan tersebut justru menjadi pemacu bagi perseroan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kinerja ke depan.
Ia berharap BPR Syariah Al Hijrah Thayibah dapat terus tumbuh secara sehat, memperluas manfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung perekonomian berbasis syariah.
“Bersama kita terus memajukan BPR Syariah Al Hijrah Thayibah menuju level yang lebih tinggi dan memberikan manfaat yang lebih luas. Kami ingin pertumbuhan yang kami raih tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan langsung oleh nasabah, stakeholders dan masyarakat,” pungkasnya.