Lewati ke konten utama
Bank 3 Menit Baca

Bank BSN dan Ponpes Bahrul Ulum Bersinergi, Dorong Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi Umat

R

Redaksi

27 August 2026

Bank BSN dan Ponpes Bahrul Ulum Bersinergi, Dorong Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi Umat
Foto: Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor (tengah)

SEPUTARBANK, JAKARTA – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperluas jangkauan ekosistem keuangan syariah dengan menggandeng Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi Bank BSN dalam memperkuat peran perbankan syariah sebagai mitra ekonomi masyarakat. Tak hanya menyediakan layanan simpanan dan pembiayaan, bank juga ingin mendorong pesantren menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi umat.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, kerja sama dengan Ponpes Bahrul Ulum tidak sekadar menjadi agenda bisnis, tetapi juga menjadi langkah awal membangun kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Bank syariah tidak hanya hadir sebagai tempat menabung atau mendapatkan pembiayaan, tetapi harus hadir membawa keberkahan dan kebermanfaatan,” ujar Alex dalam keterangan resminya, Rabu (26/8/2026).

Menurut Alex, pesantren mempunyai potensi ekonomi yang besar karena ditopang oleh jaringan santri, alumni, wali santri, serta pelaku UMKM di lingkungan sekitarnya. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan melalui integrasi dengan layanan keuangan syariah yang modern dan sehat.

“Kami melihat pesantren bukan hanya sebagai pengguna layanan keuangan syariah, tetapi juga sebagai pusat literasi dan penggerak ekonomi umat,” katanya.

Melalui kerja sama ini, Bank BSN menyiapkan berbagai layanan untuk mendukung aktivitas keuangan Ponpes Bahrul Ulum. Fasilitas tersebut antara lain penempatan dana, pembiayaan, payroll, virtual account, Cash Management System (CMS), transaksi QRIS, serta program literasi dan edukasi ekonomi syariah.

Kolaborasi tersebut berlangsung bertepatan dengan momentum satu tahun Bank BSN setelah transformasi dari BTN Syariah yang sebelumnya telah beroperasi sejak 2005.

Dari sisi kinerja, hingga akhir Juli 2026 Bank BSN mencatat aset sekitar Rp81,1 triliun. Pembiayaan mencapai Rp62 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) berada di level Rp64,1 triliun. Pada periode yang sama, perseroan membukukan laba bersih sekitar Rp643,6 miliar.

Penguatan ekosistem juga dilakukan melalui kanal digital. Bank BSN terus mengembangkan aplikasi Bale Syariah yang kini telah digunakan lebih dari 225.000 pengguna aktif.

Aplikasi tersebut menyediakan beragam layanan transaksi, mulai dari transfer dan pembayaran tagihan hingga QRIS, zakat, infak, sedekah, serta pengisian saldo Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter.

Alex optimistis integrasi layanan digital, pembiayaan, dan aktivitas ekonomi pesantren dapat membuat pengelolaan keuangan Ponpes Bahrul Ulum semakin efektif. Lebih jauh, sinergi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di Jawa Timur dan wilayah sekitarnya.

Kerja sama dengan pesantren tersebut sekaligus mempertegas arah Bank BSN untuk memperluas inklusi keuangan syariah dengan menggandeng berbagai komunitas dan pusat ekonomi masyarakat.

R

Redaksi