Lewati ke konten utama
Bank 3 Menit Baca

Milad KE-1, Bank BSN Jadi Bank Syariah Terbesar Kedua Dengan Aset Capai Rp81,1 Triliun

R

Redaksi

20 August 2026

Milad KE-1, Bank BSN Jadi Bank Syariah Terbesar Kedua Dengan Aset Capai Rp81,1 Triliun
Foto : (Dari kiri ke kanan) Komisaris Utama Bank BSN Bahrullah Akbar, Dirut Bank BSN Alex Sofjan Noor, dan Dirut Bank BTN Nixon LP Napitupulu dalam perayaan milad ke-1 Bank BSN di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

SEPUTARABANK, JAKARTA – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) mencatat kinerja positif pada tahun pertama operasionalnya. Hingga Juli 2026, bank syariah hasil pemisahan (spin-off) UUS BTN dan integrasi Bank Victoria Syariah tersebut membukukan laba kotor sebesar Rp643,6 miliar, atau tumbuh 40 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Pertumbuhan juga tercermin dari total aset yang mencapai Rp81,1 triliun, meningkat 22,2 persen YoY. Sejalan dengan itu, penyaluran pembiayaan naik 25,7 persen menjadi Rp62 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,8 persen menjadi Rp64,1 triliun.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, mengapresiasi pencapaian Bank BSN dalam satu tahun pertama operasionalnya. Menurut dia, pertumbuhan tersebut menjadi modal penting bagi BSN untuk memperkuat posisinya di industri perbankan syariah nasional.

“BTN sangat mengapresiasi kinerja rekan-rekan di Bank BSN yang hanya dalam kurun waktu singkat sudah bisa mewujudkan mimpi besar menjadi Bank Syariah terbesar ke-2 di Indonesia,” ujar Nixon dalam Tasyakuran Milad ke-1 BSN di Jakarta, Kamis (20/8).

Nixon juga mengingatkan BSN agar menjaga momentum pertumbuhan, terutama dengan mempertahankan keunggulan pada pembiayaan sektor perumahan. Selain itu, BSN didorong memperluas kemitraan dengan berbagai pihak sekaligus mempertahankan kolaborasi yang telah terbangun bersama Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menilai capaian tersebut menunjukkan transformasi kelembagaan yang dilakukan sejak akuisisi Bank Victoria Syariah hingga proses spin-off pada Desember 2025 telah berjalan secara efektif.

Menurut Alex, transformasi BSN tidak berhenti pada perubahan struktur kelembagaan. Lebih dari itu, transformasi diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah, memperkuat kinerja bisnis, sekaligus memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan.

“Transformasi Bank BSN bukan sekadar perubahan papan nama atau kelembagaan semata. Yang jauh lebih krusial adalah bagaimana perubahan ini memberi nilai tambah nyata, memperkuat kinerja, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Alex.

Dari sisi pembiayaan, sektor perumahan masih menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan. Hingga Juli 2026, BSN telah menyalurkan KPR Subsidi untuk 33.222 unit rumah. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 69.636 unit hingga akhir tahun, lebih tinggi dibandingkan realisasi 2025 sebanyak 59.463 unit.

Sementara itu, pembiayaan KPR Non-Subsidi tercatat Rp2,68 triliun atau tumbuh 21,42 persen YoY. Outstanding KPR Subsidi mencapai Rp37,95 triliun, meningkat 24,18 persen YoY. Adapun KPR Non-Subsidi berada di level Rp18,64 triliun dengan pertumbuhan 18,56 persen YoY.

Ekspansi bisnis turut didukung penguatan layanan digital. Platform Bale Syariah by BSN kini telah memiliki lebih dari 225 ribu pengguna aktif. Hingga Juli 2026, total transaksi melalui platform tersebut telah melampaui 2 juta transaksi dengan volume mencapai Rp4,88 triliun.

Di sisi lain, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berharap pertumbuhan BSN dibarengi dengan kontribusi yang semakin besar terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Haedar menilai BSN memiliki peluang strategis untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi umat mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Karena itu, penguatan pembiayaan dan pendampingan bagi sektor UMKM dinilai perlu menjadi perhatian.

“Umat Islam merupakan mayoritas penduduk di negeri ini, namun secara kualitas ekonomi masih menghadapi tantangan ketertinggalan. Kehadiran Bank BSN diharapkan dapat menjadi pilar strategis yang menopang dan memajukan ekonomi umat, khususnya di sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujarnya.

Haedar juga mendorong penguatan kolaborasi antara BSN dengan PP Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta organisasi ’Aisyiyah. Menurutnya, sinergi tersebut perlu diterjemahkan dalam program yang konkret, tepat sasaran, dan mudah diakses masyarakat.

“Muhammadiyah terus bergerak membangun ikhtiar di bidang pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat di daerah terdepan dan terpencil. Kerjasama dengan BSN harus tepat sasaran agar dapat memberikan kemanfaatan dan berkah yang sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa,” pungkas Haedar.

R

Redaksi