SEPUTARBANK JAKARTA - Edukasi keuangan bagi masyarakat sangat penting untuk mencegah agar tidak tergiur penawaran produk keuangan ilegal maupun investasi bodong.
Untuk itu, Bank Mandiri Taspen melakukan upaya meningkatkan literasi keuangan.dengan mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk mengenali ciri-ciri produk resmi perbankan.
Bank Mandiri Taspen mengimbau masyarakat agar makin cermat dalam membedakan produk kredit resmi dengan penawaran ilegal yang kerap menjanjikan pencairan serba instan.
Distribution Head 5 (Jateng-DIY) Bank Mandiri Taspen, I Putu Agus Sinom Artawan, menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai prosedur perbankan yang sah demi menghindari potensi kerugian.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat agar paham bahwa setiap pengajuan kredit harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan membayar. Seluruh prosesnya wajib berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” tegas Sinom dalam keterangan resminya, Sabtu (25/7/2026).
Tahapan Baku Kredit Resmi: "Tidak Ada yang Langsung Cair"
Sinom menjelaskan bahwa keabsahan produk bank dapat diidentifikasi dari kejelasan mekanisme pengajuan yang dilakukan secara bertahap dan transparan.
Sinom memaparkan, skema resmi perbankan selalu dilakukan melalui alur baku, seperti pengajuan permohonan oleh nasabah, pemenuhan berkas dokumen persyaratan (seperti KTP dan Kartu Keluarga). Kemudian verifikasi dan analisis data debitur secara independen, teleconfirmation langsung kepada calon nasabah untuk validasi, serta keputusan persetujuan (approval) kredit.
“Jadi tidak ada pengajuan yang bisa langsung cair begitu saja. Semua wajib melewati verifikasi, analisis, hingga konfirmasi telepon ke calon nasabah,” tambah Sinom.
Selain alur yang akuntabel, lanjut Sinom, produk bank resmi selalu menyajikan informasi terbuka terkait suku bunga, jangka waktu pelunasan, serta rincian hak dan kewajiban nasabah.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Mandiri Taspen turut mengenalkan portofolio produk pembiayaannya, mencakup Kredit Mantap Prapensiun, Kredit Mantap Pensiun, serta Kredit Mantap bagi pegawai aktif melalui skema kerja sama maupun payroll.
Senada dengan pihak perbankan, Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Dian Purnomo Jati, menyuarakan krusialnya literasi keuangan agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh penawaran investasi maupun pinjaman tanpa legalitas jelas.
Langkah mendasar yang wajib dilakukan masyarakat adalah memvalidasi status lembaga penyedia jasa keuangan. Produk resmi dijamin selalu berada di bawah izin dan pengawasan regulator resmi.
“Pastikan produk tersebut benar-benar berasal dari lembaga keuangan yang bersangkutan. Jangan hanya tergiur imbal hasil atau kemudahannya, tetapi cek juga aspek legalitasnya,” imbau Dian.
Dian juga mengingatkan publik untuk mengoptimalkan kanal-kanal resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memeriksa status izin lembaga maupun produk keuangan yang ditawarkan sebelum memutuskan untuk mengajukan pembiayaan.