Permata Bank Garap Potensi Paylater, Tren Pembiayaan Konsumsi

JAKARTA – PT Bank Permata Tbk (BNLI) berencana melakukan langkah ekspansi, dengan masuk ke pasar Buy Now Pay Later (BNPL) atau yang lebih dikenal dengan paylater.

Rencana strategis ini merupakan respons Bak Permata terhadap dinamika tren pembiayaan konsumsi saat ini.

Division Head Consumer Lending Permata Bank mengorfimasi kepastian mengenai pengembangan produk tersebut, yang disampaikan usai agenda Travel Fair Permata Bank-Japan Airlines di Jakarta pada Rabu (14/1).

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah melakukan kajian mendalam terkait layanan paylater.

“Kami sedang melakukan proses asesmen untuk produk paylater, termasuk menyesuaikannya dengan kebijakan terbaru yang dikeluarkan oleh regulator,” jelas Haryanto.

Meski telah masuk dalam tahap perencanaan, Haryanto masih enggan membeberkan jadwal pasti peluncuran layanan tersebut kepada publik. Ia menegaskan bahwa informasi lebih mendalam akan dibagikan setelah hasil asesmen internal tuntas dilakukan.

Langkah Permata Bank dalam memperluas jangkauan kredit konsumer sebenarnya sudah dimulai melalui kolaborasi dengan platform Peer-to-Peer (P2P) lending. Kerja sama ini menjadi strategi perseroan untuk menyasar segmen pasar tertentu yang memiliki karakteristik unik dan sulit dijangkau secara langsung oleh sistem perbankan konvensional.

Menurut Haryanto, sinergi ini menciptakan hubungan yang saling melengkapi (complementary). Platform P2P lending unggul dalam hal:

Digital Underwriting: Proses penilaian kredit yang cepat dan berbasis teknologi.

Platform & Bisnis Model: Fleksibilitas operasional yang menjangkau ekosistem digital.

Nilai Tambah: Integrasi kekuatan pendanaan (funding) bank dengan efisiensi teknologi P2P.

“Kekurangan yang dimiliki bank dapat diisi oleh keunggulan P2P lending, begitu pula sebaliknya. Kekuatan pendanaan dan kredibilitas bank menjadi pertimbangan utama dalam kolaborasi ini,” tambahnya.

Optimisme Pertumbuhan di Tahun 2026

Menatap tahun 2026, Permata Bank mematok target optimis untuk sektor kredit konsumer. Perseroan memproyeksikan pertumbuhan sekitar 10 persen dibandingkan capaian tahun 2025.

Sebagai gambaran performa sebelumnya, hingga kuartal ketiga tahun 2025, Permata Bank berhasil mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp158,9 triliun. Angka tersebut merepresentasikan pertumbuhan sebesar 5,4 persen secara tahunan (year-on-year) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *