JAWA BARAT, SEPUTARBANK – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap penggabungan BPR Arthaguna Mandiri dapat memperkuat skala usaha dan kapasitas kelembagaan bank perekonomian rakyat tersebut.
Konsolidasi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas kontribusi BPR dalam mendukung pembiayaan masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menyampaikan bahwa penggabungan tersebut diharapkan mampu membangun fondasi usaha yang lebih kuat sehingga BPR dapat menjalankan kegiatan operasional secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Senin (02/11/2026), Darwisman menjelaskan bahwa konsolidasi tidak hanya berorientasi pada penguatan skala usaha, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta mengoptimalkan penyaluran pembiayaan kepada masyarakat.
Menurutnya, penggabungan BPR juga perlu diikuti dengan penguatan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan manajemen risiko. Kedua aspek tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan dan keberlangsungan usaha perbankan.
Dengan fundamental kelembagaan yang semakin kokoh, BPR hasil penggabungan diharapkan mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal, khususnya dalam menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pembiayaan produktif.
Darwisman menegaskan bahwa OJK akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap proses integrasi pascapenggabungan. Pengawasan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, prinsip kehati-hatian, serta tetap memperhatikan kepentingan nasabah.
OJK juga mendorong manajemen BPR hasil penggabungan agar tidak berhenti pada penyatuan kelembagaan semata. Integrasi harus mampu menghasilkan sinergi nyata dalam berbagai aspek, mulai dari operasional, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan kualitas layanan.
Penguatan tersebut dinilai penting agar proses konsolidasi memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi perusahaan maupun masyarakat yang selama ini menjadi pengguna layanan BPR.
Lebih jauh, Darwisman berharap konsolidasi industri BPR dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan sektor perbankan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui kelembagaan yang lebih kuat, BPR diharapkan semakin mampu memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong pemerataan akses layanan keuangan hingga ke berbagai wilayah.
Dengan demikian, penggabungan BPR Arthaguna Mandiri diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi lebih besar terhadap pengembangan ekonomi masyarakat dan penguatan industri perbankan daerah.