MATARAM, SEPUTARBANK — Momen Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Dompu menjadi panggung penting bagi BPR NTB.
Bersama FKIJK NTB, pada kegiatan yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 itu, BPR NTB tak sekadar hadir, melainkan membawa misi besar: memperluas jangkauan layanan perbankan sekaligus mengenalkan wajah baru perusahaan yang tengah bersiap bertransformasi menuju sistem syariah.
Berbagai keseruan digelar di stand BPR NTB. Warga tidak hanya disuguhi edukasi keuangan, tetapi juga diajak menikmati pasar sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga lomba mewarnai untuk anak-anak.
Direktur Utama BPR NTB, Faisal, SE., MM., menuturkan bahwa agenda ini merupakan sarana efektif untuk meluruskan persepsi publik terkait identitas lembaga.
“Setiap kali kami turun ke daerah, ternyata masih banyak warga yang mengenali kami sebagai LKP. Melalui ajang ini, kami ingin memperkuat kembali merek BPR NTB agar makin melekat di hati masyarakat,” terang Faisal di lokasi acara, Sabtu (24/10/2026).
Antusiasme Tinggi: Dari Tabungan Pelajar hingga Layanan Digital
Usaha BPR NTB membuahkan hasil nyata. Ketua Panitia Tim BPR NTB, Ami, membeberkan bahwa program Satu Pelajar Satu Rekening sukses mencetak sekitar 250 rekening baru. Tak kalah menarik, lebih dari 20 calon debitur umum menyatakan ketertarikannya, diiringi meningkatnya animo para orang tua untuk menabung bagi masa depan anak.
Guna menjawab kebutuhan era modern, BPR NTB turut memamerkan fitur perbankan digital. Di antaranya layanan virtual account—hasil kerja sama dengan Bank NTB dan Bank Muamalat—serta aplikasi mobile Nusa yang memudahkan nasabah memantau transaksi dari ponsel.
Langkah Mantap Bertransformasi Syariah
Di sisi lain, peralihan ke sistem syariah menjadi poin utama sosialisasi BPR NTB. Langkah ini dinilai selaras dengan kebutuhan mayoritas masyarakat NTB dan bertujuan memperkuat ekosistem perbankan daerah.
Namun, Faisal menegaskan bahwa proses transisi ini dijalankan secara cermat dan hati-hati. Saat ini terdapat 14 poin persyaratan OJK yang sedang dirampungkan, selain menunggu persetujuan internal lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Karena masih bergantung pada izin operasional OJK, jadwal pasti realisasi perubahannya akan diumumkan setelah semua tahapan legal tuntas.
Hadir Memberi Manfaat Nyata
Sebagai bentuk komitmen sosial, BPR NTB juga menjual kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur dengan harga jauh di bawah pasar. Langkah ini diambil untuk meredam beban ekonomi warga lokal.
Melalui perpaduan aksi sosial, edukasi finansial, dan pengenalan inovasi digital, BPR NTB optimistis dapat terus memperkuat literasi keuangan serta memegang teguh kepercayaan masyarakat NTB.