Lewati ke konten utama
NASIONAL 2 Menit Baca

OJK: Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

R

Redaksi

5 October 2026

OJK: Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
Foto: Istimewa

JAKARTA, SEPUTARBANK – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor jasa keuangan (SJK) nasional masih berada dalam kondisi stabil meski perekonomian global menghadapi tekanan dari ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter yang semakin ketat.

Dikutip Seputarbank dalam keterangan resmi OJK yang dirilis Senin (05/10/2026), kondisi tersebut menjadi salah satu hasil pembahasan Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK yang digelar pada 30 September 2026.

OJK mencatat perekonomian global pada 2026 diperkirakan tumbuh lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, prospek tersebut masih lebih baik dibandingkan proyeksi sebelumnya, terutama karena meningkatnya investasi dan aktivitas perdagangan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Namun, momentum pertumbuhan ekonomi global masih dibayangi sejumlah risiko. Eskalasi konflik geopolitik kembali mendorong kenaikan harga minyak yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dunia.

Risiko inflasi juga datang dari kondisi iklim ekstrem. Fenomena very strong El Nino berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap harga pangan serta berbagai komoditas pertanian.

Ekonomi Indonesia Relatif Stabil

Di tengah berbagai tekanan eksternal tersebut, kondisi perekonomian domestik dinilai relatif terjaga. Inflasi Indonesia masih berada dalam sasaran pemerintah sehingga mampu menopang daya beli dan konsumsi masyarakat.

Permintaan domestik yang tetap kuat menjadi salah satu faktor yang mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia juga tercermin dari revisi proyeksi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Lembaga tersebut menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 0,5 persen.

Menurut OJK, peningkatan proyeksi tersebut menunjukkan adanya kepercayaan terhadap ketahanan perekonomian Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Sektor Keuangan Tetap Jadi Penopang

OJK menegaskan perkembangan ekonomi domestik yang relatif positif turut ditopang oleh kinerja sektor keuangan. Industri jasa keuangan dinilai masih memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Dengan fundamental industri jasa keuangan yang tetap solid, OJK menilai stabilitas sektor keuangan nasional masih terjaga meskipun lingkungan ekonomi global menghadapi berbagai tantangan.

Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi sektor jasa keuangan untuk terus menjalankan perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi dan menjaga momentum pertumbuhan nasional di tengah dinamika ekonomi global.

R

Redaksi