JAKARTA, SEPUTARBANK – PT BPR Syariah Baituridha Pusaka berhasil masuk dalam jajaran bank perekonomian rakyat syariah (BPRS) berpredikat Kinerja Sangat Bagus pada ajang Infobank Sharia Award 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara Indonesia Collaborative Forum & Awarding 2026 bertema “Collaborative and Strategic Leadership for Prosperity and Self-Reliance” yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Direktur Utama BPR Syariah Baituridha Pusaka, Popi Sophia, hadir secara langsung untuk menerima penghargaan tersebut yang merupakan pengakuan atas kinerja keuangan perusahaan yang tumbuh dan tetap terjaga di tengah dinamika industri keuangan.
Kepada Seputarbank, Jumat (9/10/2026), Popi mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih perusahaan. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya BPR Syariah Baituridha Pusaka dalam menjaga kinerja agar tetap tumbuh, sehat, dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur kinerja kami mendapatkan apresiasi dan penghargaan. BPR Syariah Baituridha Pusaka yang masuk dalam kategori aset Rp250 miliar hingga kurang dari Rp500 miliar berhasil masuk 10 besar dari 20 BPR Syariah dengan kelompok aset yang sama,” ujar Popi.
Ia menegaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan. Popi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya PT Kereta Api Indonesia (Persero), para karyawan, serta nasabah yang terus memberikan kepercayaan kepada BPRS Baituridha Pusaka dalam memanfaatkan layanan keuangan berbasis syariah.
Dari sisi kinerja keuangan, BPR Syariah Baituridha Pusaka mencatatkan total aset sebesar Rp458,58 miliar per Desember 2025, dengan laba mencapai Rp26,551 miliar. Perusahaan juga mampu menjaga sejumlah indikator keuangan pada level yang baik, mencerminkan upaya menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat kesehatan bank.
Kinerja tersebut terlihat dari rasio Non-Performing Financing (NPF) neto sebesar 0,24%, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 61%, serta Return on Assets (ROA) sebesar 7,98%.
Sementara itu, rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) tercatat sebesar 19,37%, yang menunjukkan dukungan permodalan perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha.
“Pencapaian penghargaan, pertumbuhan aset, serta besarnya pendapatan yang diperoleh merupakan hasil dukungan para pemangku kepentingan, baik dari internal maupun eksternal perusahaan. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan,” kata Popi.
Penghargaan dalam ajang Infobank Sharia Award 2026 diberikan berdasarkan hasil pemeringkatan institusi keuangan syariah yang dilakukan Biro Riset Infobank (birI) terhadap kinerja keuangan selama 2024 dan 2025.
Penilaian tersebut tidak hanya menggunakan indikator kuantitatif dan rasio keuangan, tetapi juga mempertimbangkan aspek good corporate governance (GCG) serta manajemen risiko.
Direktur Infobank Media Group, Karnoto Mohamad, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada institusi keuangan syariah yang mampu mencatatkan kinerja terbaik sepanjang 2025, di tengah tantangan fluktuasi ekonomi global dan pelemahan daya beli masyarakat.
“Pemberian penghargaan Infobank Sharia Award 2026 ini adalah bentuk apresiasi Infobank terhadap institusi keuangan syariah yang berhasil meraih kinerja terbaik di tahun 2025, di tengah tantangan fluktuasi ekonomi global dan pelemahan daya beli,” ujar Karnoto dalam sambutannya.
Bagi BPRS Baituridha Pusaka, penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus menjaga kualitas pembiayaan, memperkuat permodalan, serta meningkatkan layanan kepada nasabah. Dengan dukungan pemangku kepentingan dan pengelolaan usaha yang prudent, perusahaan berupaya mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan memperkuat perannya dalam mendukung perkembangan industri keuangan syariah.