BANGGAI, SEPUTARBANK – PT BPR Syariah Khairan Inti Amanah, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, berhasil menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Infobank Sharia Award 2026 atas kinerja keuangan tahun buku 2025.
BPR Syariah Khairan Inti Amanah mencatat skor penilaian 99,55 dan menempati peringkat ketiga terbaik dalam kelompok bank syariah dengan kategori aset Rp100 miliar hingga kurang dari Rp250 miliar.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Sharia Award 2026 yang berlangsung di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (8/10/2026). Direktur BPRS Khairan Inti Amanah, Rusli Pakaya, hadir secara langsung untuk menerima penghargaan tersebut.
Pencapaian ini mencerminkan kinerja positif BPR Syariah Khairan Inti Amanah dalam menjaga pertumbuhan bisnis dan memperkuat fundamental keuangan perusahaan. Penghargaan tersebut juga menjadi dorongan bagi BPR Syariah Khairan Inti Amanah untuk terus meningkatkan kinerja sekaligus memperluas kontribusinya dalam mendukung perekonomian masyarakat melalui layanan keuangan syariah.
“Penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen seluruh jajaran BPRS Khairan Inti Amanah dalam menjaga kinerja perusahaan agar tetap tumbuh positif. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap perkembangan perusahaan,” ujar Rusli Pakaya kepada Awak media.
Dia pun tidak lupa menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung perkembangan dan kemajuan perusahaan.
Ia juga menyampaikan penghargaan khusus kepada para nasabah atas kepercayaan dan loyalitas yang terus diberikan kepada BPRS Khairan Inti Amanah.
“Kepercayaan dan loyalitas nasabah merupakan kekuatan utama bagi kami untuk terus berkembang. Karena itu, kami berkomitmen menjaga kepercayaan tersebut melalui pelayanan yang berkualitas, pengelolaan usaha yang sehat, serta produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kepercayaan nasabah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan perusahaan sekaligus menjadi tanggung jawab bagi manajemen untuk terus menjaga kualitas pelayanan dan kinerja yang sehat.
Penghargaan ini, lanjutnya, menjadi motivasi bagi BPRS Khairan Inti Amanah untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat kinerja keuangan, serta menghadirkan solusi keuangan syariah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Capaian ini bukanlah akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat permodalan, menjaga kualitas pembiayaan, dan menjalankan prinsip kehati-hatian dalam setiap aktivitas usaha,” jelas Rusli.
Dari sisi kinerja keuangan, per Desember 2025, BPRS Khairan Inti Amanah membukukan total aset sebesar Rp165,74 miliar dengan laba bersih mencapai Rp3,045 miliar. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga pertumbuhan usaha sekaligus menghasilkan keuntungan.
Untuk permodalan, perusahaan mencatat rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 35,68%. Rasio ini menunjukkan posisi permodalan yang kuat untuk mendukung kegiatan usaha dan menjaga ketahanan perusahaan dalam menghadapi berbagai risiko bisnis.
Sementara itu, kualitas pembiayaan juga terjaga dengan baik. BPRS Khairan Inti Amanah mencatat rasio Non-Performing Financing (NPF) neto sebesar 0,79% dari total penyaluran pembiayaan senilai Rp121,49 miliar. Adapun rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) tercatat sebesar 81,34%.
Pencapaian tersebut menjadi modal bagi BPRS Khairan Inti Amanah untuk melanjutkan pertumbuhan secara berkelanjutan, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan meningkatkan peran perbankan syariah dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah.
“Bersama kepercayaan Anda, kami terus tumbuh, berprestasi, dan memberikan yang terbaik,” tutup Rusli Pakaya.