SRAGEN, SEPUTARBANK - Direktur BPR Syariah Sragen, Fachrudin Nur menilai bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sragen menyimpan potensi yang luar biasa besar dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Bahkan, sebuah unit usaha skala UMKM di wilayah ini diperkirakan mampu membukukan omzet hingga menembus angka Rp1 miliar dalam setahun.
Fachrudin Nur memaparkan hal tersebut di sela-sela perhelatan kompetisi bisnis bertajuk Juragan Sragen Scale Up Business Competition.
Ia menilai, besarnya potensi ini tak hanya tercermin dari pencapaian omzet saat ini, melainkan juga dari peluang ekspansi serta akselerasi bisnis ke depan yang membutuhkan pengawalan serta pendampingan secara terstruktur.
"Artinya, yang sekarang ini kemudian nanti terus akan kita kembangkan, lompatan-lompatan dan ekspansi bisnis, inilah yang akan kita dukung dan kita gampingi, lakukan pendampingan jangka panjang," jelas Fachrudin Nur pada Sabtu (24/10/2026).
Senada dengan hal itu, komitmen mendalam turut disuarakan oleh Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sragen, Joko Pramono. Ia menegaskan bahwasanya BPC HIPMI Sragen, berkolaborasi dengan BPR Syariah Sragen serta jajaran lembaga terkait, siap mengawal para pelaku UMKM secara berkelanjutan melalui wadah diskusi dan pertemuan berkala. Langkah ini krusial dilakukan demi menjaga daya tahan bisnis para pengusaha di tengah situasi perekonomian yang naik-turun.
"Untuk menjaga eksistensi juragan-juragan ini, kita akan lakukan diskusi dan pendampingan yang insyaallah dilakukan melalui pertemuan rutin berkala. Naik dan turun adalah tantangan yang harus kita hadapi bersama," terang Joko Pramono.
Ajang Juragan Sragen Scale Up Business Competition edisi perdana ini sukses menyedot antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Proses seleksi awal yang diikuti oleh puluhan pendaftar harus melalui tahapan penyaringan administrasi yang ketat, hingga tersaring menjadi 50 besar, 25 besar, dan akhirnya menyisakan 10 besar finalis terbaik.
Pada rencana awal, dewan juri hanya menargetkan untuk menyaring tiga peserta terbaik sebagai pemenang. Kendati demikian, tingginya kualitas ide serta prospek bisnis yang ditunjukkan oleh 10 finalis tersebut membuat dewan juri terpukau, hingga akhirnya memutuskan untuk memperluas kuota kemenangan menjadi enam besar.
"Dari 10 besar kemarin kita diskusi panjang dengan dewan juri, 'Kok bagus semua?'. Akhirnya kita tambah menjadi enam besar, yang terdiri dari juara satu, dua, tiga, serta juara harapan satu, dua, and tiga," tutur Joko.
Dalam kompetisi ini, total hadiah senilai Rp200 juta dibagikan kepada para pemenang. Hadiah tersebut disalurkan melalui kombinasi berupa uang tunai, voucer, serta sarana barang yang dapat menunjang operasional usaha. Lewat kesuksesan gelaran pertama ini, pihak penyelenggara menaruh harapan besar agar semangat kewirausahaan dapat menular secara positif kepada para pelaku UMKM lain di Sragen yang belum sempat bergabung, sehingga mereka terpacu untuk terus bertumbuh pada masa-masa mendatang.