Lewati ke konten utama
Informasi Umum 3 Menit Baca

Belajar Canting, Remaja Putri SMP IT Arkan Cendekia Temukan Jiwa Kota Bekasi di Selembar Kain Batik

H

Henigun

27 October 2026

Belajar Canting, Remaja Putri SMP IT Arkan Cendekia Temukan Jiwa Kota Bekasi di Selembar Kain Batik
Para siswi peserta outing class mencanting batik di workshop Batik Sri didampingi para guru foto bersama Sri Sunarni.(Foto: Doc Redaksi)

KOTA BEKASI, SEPUTARBANK - Workshop Batik Sri kembali diriuhkan oleh para pelajar SMP IT Arkan Cendekia Kota Bekasi. Puluhan remaja putri kelas IX tengah mengikuti outing class pelatihan mencanting kain yang sudah diberi motif batik.

Selasa (27/01/2026) hari ini, adalah hari kedua kegiatan outing class di workshop Batik Sri. Sebelumnya, para siswa dari sekolah yang sama lebih dahulu hadir, dengan semangat dan tujuan yang sama, belajar mencanting Batik.

Sebanyak 41 siswi kelas IX SMP IT Arkan Cendekia tampak serius namun berbinar-binar, menunduk khidmat di atas bentangan kain putih yang telah bergariskan motif. Di tangan mereka, canting bukan sekadar alat tulis dari tembaga, melainkan kuas ajaib yang merangkai cerita.

Hari itu, para remaja putri ini sedang belajar bernapas bersama budaya. Kegiatan outing class yang diinisiasi sekolah bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sebuah perjalanan batin untuk mengenalkan mereka pada denyut nadi warisan budaya Kota Bekasi.

Kepala SMP IT Arkan Cendekia, Fahmi Yahya Abdil Haq bersama pengrajin Batik Kota Bekasi, Sri Sunarni.
Kepala SMP IT Arkan Cendekia, Fahmi Yahya Abdil Haq bersama pengrajin Batik Kota Bekasi, Sri Sunarni.

Bagi sang Kepala Sekolah, Fahmi Yahya Abdil Haq, memilih Batik Sri sebagai destinasi belajar bukanlah keputusan instan. Pria yang telah memimpin sekolah tersebut selama dua tahun ini punya visi besar di balik goresan malam panas yang meliuk-liuk di atas kain.

"Kalau tahun lalu fokus kita ke industri makanan, tahun ini kita geser ke produk berbentuk barang yang punya nilai edukasi tinggi," tutur Fahmi sambil memperhatikan anak didiknya.

Ia menyadari, di balik harumnya malam dan canting yang menari, ada dua pelajaran besar yang ingin ditanamkan kepada anak-anak didiknya: ketangguhan ekonomi bisnis dan keluhuran sejarah budaya. Ketika tim sekolahnya menemukan Workshop Batik Sri, kepingan puzzle itu terasa lengkap. Anak-anak bisa belajar bagaimana sebuah usaha rumahan bertahan dan berproses, sekaligus meresapi makna filosofis di balik motif-motif khas Kota Bekasi yang sarat sejarah.

Siswi SMP IT Arkan Cendekia belajar mencanting kain Batik.
Siswi SMP IT Arkan Cendekia belajar mencanting kain Batik.

Di tengah ruangan, suasana begitu hidup. Saling bertukar ide warna, berdiskusi kecil saat menorehkan cairan malam, hingga tawa kecil ketika warna pada kain sedikit meluber, menjadi pemandangan yang menghangatkan hati. Tidak ada wajah bosan; yang ada hanyalah mata-mata penasaran yang menikmati setiap detik proses kreatif tersebut.

Namun, di balik keceriaan para siswi, ada getaran rasa haru yang terpancar dari pemilik rumah batik ini, Sri Sunarni. Baginya, menyambut kedatangan generasi Z ke workshopnya bukan sekadar urusan transaksi atau produksi komersial. Ini adalah ikhtiar sunyi untuk menyelamatkan identitas daerah agar tidak tenggelam ditelan zaman.

Penuh keyakinan, Sri menyuarakan kegelisahannya sebagai perajin lokal. Ia begitu mendambakan agar anak-anak muda Bekasi tidak merasa asing di tanah kelahiran mereka sendiri, sementara daerah lain melesat bangga dengan identitas budayanya.

“Kalau bukan kita yang cepat-cepat melestarikan, siapa lagi?” ujar Sri penuh semangat, menyiratkan harapan besar bahwa selembar kain batik yang mereka garap hari ini akan menjadi benang merah yang mengikat cinta anak-anak muda pada akar budaya mereka esok hari.

Dari selembar kain putih dan tetesan malam yang hangat, para siswi Arkan Cendekia tidak hanya membawa pulang hasil karya berupa warna-warni batik buatan tangan sendiri. Lebih dari itu, mereka membawa pulang sepotong kebanggaan—bahwa di tanah Bekasi tempat mereka tumbuh, tersimpan warisan leluhur nan kaya yang siap dijaga dan diteruskan.

H

Henigun