METRO, SEPUTARBANK – PT Bank Pembangunan Daerah Lampung atau Bank Lampung menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kota Metro, Lampung, untuk mendukung peningkatan pelayanan publik, pengelolaan lingkungan, literasi digital, serta pemberdayaan masyarakat.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Senin (12/10/2026). Program ini merupakan tindak lanjut atas usulan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Metro guna memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Bantuan CSR yang disalurkan mencakup delapan unit becak motor (bentor) untuk mendukung pengangkutan sampah, fasilitas titik koleksi digital berupa e-book di Taman Kota Metro, peralatan pendukung kegiatan Pesantren Bank Sampah, serta sejumlah sarana lainnya.
Direktur Utama Bank Lampung, Indra Merviana, berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh perangkat daerah dan kelompok penerima sesuai dengan kebutuhan serta peruntukannya. Menurutnya, program CSR merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kami, bantuan ini dapat digunakan sebaik-baiknya sesuai dengan peruntukannya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan mendukung peningkatan pelayanan di Kota Metro,” ungkap Indra Merviana.
Sementara itu, Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, mengapresiasi dukungan Bank Lampung melalui program CSR. Ia menegaskan bahwa keterlibatan dunia usaha diperlukan untuk memperkuat pelaksanaan program prioritas pembangunan daerah, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Bambang, Pemerintah Kota Metro saat ini berfokus pada sejumlah agenda pembangunan, mulai dari penataan ruang publik, peningkatan kualitas pendidikan, penanganan stunting, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
“Pemerintah Kota Metro saat ini berfokus pada sejumlah program prioritas, mulai dari penataan ruang publik, peningkatan kualitas pendidikan, penanganan stunting, hingga pemberdayaan UMKM lokal. Karena itu, bantuan CSR diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Bambang menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan pelayanan publik. Untuk itu, ia menilai program CSR perusahaan perlu diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah agar bantuan yang diberikan lebih terarah, tidak tumpang tindih, dan menghasilkan dampak yang lebih luas.
“Yang ingin kita bangun adalah keselarasan antara program CSR perusahaan dan program prioritas Pemerintah Kota Metro. Dengan begitu, bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran, terukur, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan perangkat daerah penerima bantuan agar menjaga dan mengelola fasilitas yang telah diserahkan secara bertanggung jawab. Menurutnya, bantuan tersebut tidak boleh sekadar menjadi penambahan sarana dan prasarana, tetapi harus benar-benar mendukung pelayanan publik dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Bantuan ini harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pastikan sarana yang diberikan benar-benar digunakan untuk mendukung pelayanan, menjawab kebutuhan masyarakat, dan memberikan manfaat secara berkelanjutan,” tambah Bambang.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Metro berharap keterlibatan sektor perbankan, dunia usaha, dan anggota Forum CSR semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan koordinasi dan penyelarasan program yang baik, CSR diharapkan menjadi instrumen kolaborasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mewujudkan pembangunan Kota Metro yang inklusif dan berkelanjutan.