BEKASI, SEPUTARBANK – PT Bank Perekonomian Rakyat Artha Sarana Abadi (Bank ASA) mengumumkan rencana penggabungan PT BPR Artha Karya Sejahtera (Bank AKS) ke dalam Bank ASA. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat sinergi usaha sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Seputarbank, pengumuman penggabungan tersebut telah disampaikan pada 17 Oktober 2026 melalui media massa dan kanal resmi perusahaan. Penggabungan ini akan menjadikan Bank ASA sebagai entitas penerima penggabungan, sedangkan Bank AKS akan beralih status menjadi kantor cabang.
Dalam rancangan penggabungan tersebut, kantor pusat Bank ASA beralamat di Jalan Ahmad Yani, Sentra Niaga Kalimalang No. 3A–5 dan Blok B2 No. 8, Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sementara itu, kantor Bank AKS yang berlokasi di Jalan Raya Narogong No. 12, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan berubah status menjadi kantor cabang Bank ASA setelah proses penggabungan selesai.
Penggabungan kedua lembaga perbankan tersebut juga diikuti dengan rencana perubahan susunan kepengurusan. Polycarpus Feriyanto direncanakan menjabat sebagai Direktur Utama, didampingi tiga direktur, yakni Soebroto Gondo, Yohanes Rudy Atmono, dan Siti Muhayatun.
Sementara itu, susunan Dewan Komisaris hasil penggabungan direncanakan dipimpin Wage Abdi Pradja sebagai Komisaris Utama. Adapun jajaran komisaris lainnya terdiri atas Farai Tody, Syarifuddin HM, dan Nandi Syukri.
Bank ASA juga menyampaikan bahwa pihak-pihak yang berkepentingan dan membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai ringkasan rancangan penggabungan dapat menghubungi masing-masing kantor bank. Permintaan informasi tersebut dapat disampaikan dalam jangka waktu 14 hari sejak tanggal pengumuman.
Profil Bank ASA
PT BPR Artha Sarana Abadi merupakan lembaga keuangan yang didirikan pada 20 Maret 1992 di Kecamatan Cikarang, Kabupaten Bekasi. Berdasarkan Akta Notaris Nomor 44 yang dibuat di hadapan Notaris Sri Rahayu, perusahaan tersebut awalnya menggunakan nama PT Adyacikarang Sempana.
Selanjutnya, nama perusahaan berubah menjadi PT BPR Darmawan Adhiguna Lestari berdasarkan keputusan Bank Indonesia pada 4 April 2003. Perubahan nama kembali dilakukan menjadi PT BPR Artha Sarana Abadi atau Bank ASA berdasarkan Keputusan Kepala OJK Jabodebek Nomor KEP-84/KO.11/2025 tanggal 17 April 2025.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Bank ASA berfokus pada penghimpunan dana masyarakat melalui produk tabungan dan deposito, serta penyaluran kredit. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat dan mendorong peningkatan taraf hidup.
Melalui rencana penggabungan dengan Bank AKS, Bank ASA diharapkan dapat memperkuat sinergi operasional dan mengembangkan kegiatan usaha secara berkelanjutan.