Jelang Merger Bank ASA dan Bank AKS Raih Prestasi 100 Top BPR pada The Finance Awards 2026

Jelang Merger Bank ASA dan Bank AKS Raih Prestasi 100 Top BPR pada The Finance Awards 2026

SEPUTARBANK, BEKASI – PT BPR Artha Sarana Abadi (Bank ASA) dan PT BPR Artha Karya Sejahtera (Bank AKS) berhasil meraih penghargaan The Finance 100 Top BPR Awards 2026 sebagai bagian dari 100 BPR terbaik di Indonesia .

Penghargaan tersebut menjadi bukti kinerja positif kedua bank yang saat ini tengah mempersiapkan proses penggabungan usaha (merger) untuk memperkuat layanan dan kapasitas bisnis ke depan. Bank ASA meraih predikat Bintang 5 pada kategori BPR dengan aset di atas Rp100 miliar , sementara Bank AKS memperoleh predikat Bintang 5 pada kategori BPR dengan aset Rp35 miliar sampai dengan di bawah Rp100 miliar .

Ajang penghargaan yang digelar di Mustika Hotel Yogyakarta pada Jumat (19/6/2026) tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen Bank ASA, di antaranya Komisaris Utama Farai Tody, Dewan Manajemen Polycarpus Feriyanto, serta jajaran manajemen lainnya.

Kepada Seputarbank.com, Selasa (23/06/2026), Dewan Manajemen Bank ASA, Polycarpus Feriyanto, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim sepanjang tahun 2025 serta dukungan dari pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan. “Ini merupakan hasil bersama. Kolaborasi tim manajemen, dukungan pemegang saham, serta stakeholder lainnya membuat apresiasi ini dapat kami raih,” ujarnya.

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, total aset Bank ASA meningkat dari Rp82,68 miliar pada 2024 menjadi Rp214,97 miliar pada 2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp156,16 miliar atau tumbuh 238% dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, penyaluran kredit juga menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga akhir 2025, total outstanding kredit tercatat sebesar Rp127,50 miliar, atau tumbuh 217% secara tahunan. Pertumbuhan bisnis yang baik ini menurunkan perbaikan rasio nonperforming loan (NPL) yang berhasil diturunkan dari 3,61% pada 2024 menjadi 1,78% pada 2025.

Pada tahun 2025, Bank AKS mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 223% menjadi Rp57,74 miliar. Dari sisi penyaluran kredit, outstanding kredit meningkat 275% menjadi Rp59,10 miliar, sementara total aset tumbuh 235% dari Rp35,25 miliar menjadi Rp82,97 miliar.

Selain pertumbuhan bisnis, Bank AKS juga berhasil meningkatkan kualitas aset melalui perbaikan rasio Non-Performing Loan (NPL) dari 5,05% pada 2024 menjadi 2,25% pada 2025. Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan manajemen dalam menjaga pertumbuhan yang sehat sekaligus memperkuat fundamental bisnis perusahaan.

Sejalan dengan perkembangan positif yang dicapai kedua bank, Bank ASA dan Bank AKS saat ini tengah mempersiapkan proses penggabungan usaha ( merger ) sebagai bagian dari strategi memperkuat permodalan, meningkatkan kapasitas bisnis, serta memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

Proses merger tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).

Direktur Bank AKS, Yohanes Rudy Atmono, menyampaikan "Seluruh tahapan penggabungan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan regulator. Melalui merger ini, kedua bank diharapkan dapat membentuk entitas perbankan yang lebih tangguh, memiliki permodalan yang lebih kuat, serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung pembiayaan sektor UMKM dan pertumbuhan ekonomi daerah."

Polycarpus Feriyanto, menambahkan bahwa berbagai pencapaian positif tersebut menjadi fondasi penting bagi langkah strategis perusahaan ke depan, termasuk proses penggabungan usaha yang tengah dipersiapkan.

“Berbagai pencapaian positif ini menjadi bukti komitmen manajemen dalam menjaga pertumbuhan yang sehat, memperkuat fundamental bisnis, serta membangun fondasi yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan usaha dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Direksi Bank ASA dan Bank AKS, menyampaikan bahwa transformasi ini akan menjadikan Bank ASA semakin memperkuat implementasi motto layanan Attractive bagi investor, nasabah, dan talenta kerja, menghadirkan layanan yang lebih Safety melalui penerapan prisnsip Good Corporate Governance dan perlindungan nasabah yang optimal, serta lebih Agile dalam merespons kebutuhan pasar melalui kolaborasi strategis sehingga mampu tumbuh berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian.(Advetorial)