Lewati ke konten utama
BPR/BPRS 4 Menit Baca

21 BPR dan BPRS Bersinergi Kucurkan Pembiayaan Sindikasi Rp24 Miliar untuk Amani Bank

H

Henigun

12 October 2026

21 BPR dan BPRS Bersinergi Kucurkan Pembiayaan Sindikasi Rp24 Miliar untuk Amani Bank
Perwakilan dari 21 BPR/BPRS sepakat menyuntikkan modal kerja senilai Rp24 miliar kepada PT BPRS Amani Mulia Indonesia (Amani Bank).(Foto: Istimewa)

JAKARTA, SEPUTARBANK - Puluhan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) menyatukan persepsi menghimpun kekuatan dalam pembiayaan, guna menyuntikkan modal kerja senilai Rp24 miliar kepada PT BPRS Amani Mulia Indonesia (Amani Bank).

Suntikan dana dari kesepakatan 21 BPR/BPRS ini dialokasikan untuk menyokong program perumahan bertajuk Rumah Rakyat Semesta yang diinisiasi oleh LPEU MUI.

Langkah kolaboratif puluhan lembaga keuangan ini disambut positif oleh Direktur Utama Amani Bank, Endro Yuniaryo, yang meyakini bahwa dukungan kolektif dari rekan-rekan BPR dan BPRS tersebut memberikan fleksibilitas tambahan bagi bank yang dipimpinnya, dalam mengoptimalkan peran perantara keuangan (intermediasi).

“Pembiayaan sindikasi ini memperkuat struktur likuiditas dan modal kerja Amani Bank. Dengan begitu, kami dapat lebih optimal menjalankan fungsi intermediasi dan mendukung program Rumah Rakyat Semesta. Kami berterima kasih atas kepercayaan dan semangat gotong royong rekan-rekan BPR dan BPRS,” ujar Endro dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu.

Kemitraan strategis ini menjadi momen krusial bagi Amani Bank untuk memperkokoh ketahanan likuiditas sembari menggenjot penyaluran dana ke sektor perumahan masyarakat.

Fasilitas pembiayaan sebesar Rp24 miliar tersebut dirancang khusus sebagai suntikan modal kerja program Rumah Rakyat Semesta. Selain itu, alokasi dana ini disiapkan untuk mempercepat proses pembangunan hunian The Leaf Residence, dengan harapan dapat menguatkan kapasitas Amani Bank dalam memfasilitasi pembiayaan properti rakyat.

Endro menegaskan bahwa besarnya kepercayaan dari jajaran anggota sindikasi membawa tanggung jawab besar. Oleh sebab itu, pihaknya berkomitmen menjaga amanah tersebut melalui tata kelola keuangannya yang cermat dan berhati-hati.

Ia menambahkan, pengalokasian tambahan modal kerja ini harus dieksekusi secara tepat sasaran agar dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Kepercayaan rekan-rekan BPR dan BPRS adalah amanah bagi kami. Modal kerja ini akan kami kelola dengan hati-hati dan kami salurkan untuk modal kerja, agar manfaatnya sampai kepada masyarakat,” lanjut Endro.

Kerja sama sindikasi ini diposisikan sebagai salah satu strategi kunci Amani Bank dalam mempertebal likuiditas lewat jalan kemitraan antarlembaga keuangan.

Sebelum mengamankan pembiayaan sindikasi ini, Amani Bank juga telah mengambil langkah optimalisasi aset berbentuk properti lewat Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama KSI guna mengonversi aset menjadi aliran kas (cash flow).

Kedua strategi tersebut dijalankan dengan pendekatan yang berbeda. Pembenahan properti ditujukan untuk memicu arus kas dari aset internal yang ada, sedangkan skema pembiayaan sindikasi berperan menyediakan ketersediaan modal kerja langsung untuk menyokong operasional bisnis.

Adanya sokongan pendanaan ini memberi Amani Bank ruang gerak yang lebih luas untuk berekspansi di sektor kredit perumahan sekaligus menjalankan peran intermediasi sesuai target kerja sama.

Melihat keberhasilan ini, Amani Bank optimis terhadap peluang memperluas kolaborasi antar-BPR dan BPRS ke depannya. Sinergi ini dinilai tidak hanya berpotensi diterapkan pada proyek perumahan, tetapi juga pada sektor-sektor ekonomi produktif lainnya dengan prinsip pengelolaan yang terukur dan akuntabel.

Daftar 21 lembaga BPR dan BPRS yang berpartisipasi dalam pembiayaan sindikasi ini tersebar dari berbagai belahan daerah, yakni:

1. PT BPRS Jam Gadang (Perseroda)

2. PT BPRS Khatulistiwa

3, PT BPRS Guguk Mas Makmur

4. PT BPRS LPN Taeh Baruh

5. PT BPRS Gajah Tongga

6. PT BPR Rangkiang Aua Denai

7. PT BPR Mutiara Pesisir

8. PT BPR Muaro Bodi

9. PT BPR Dana Amanah

10. PT BPRS Malibu

11. PT BPR Pembangunan Kabupaten Padang Pariaman

12. PT BPR Pembangunan Kerinci

13. PT BPRS Carana Kiat Andalas

14. PT BPR Berkat Sejati

15. PT BPR Utomo Manunggal Sejahtera Sumsel

16. PT BPR Dana Prima Mandiri

17. PT BPR Arsham Sejahtera

18. PT BPR Artatama Sejahtera

19. PT BPRS PNM Mentari

20. PT BPRS Al Masoem

21. PT BPRS Harum Hikmahnugraha

Keikutsertaan puluhan instansi keuangan tersebut membuktikan terbukanya ruang lebar bagi industri BPR dan BPRS untuk mempererat jaringan kerja sama penyediaan dana.

Lewat skema pembiayaan sindikasi, lembaga-lembaga keuangan daerah ini mampu menghimpun kekuatan modal demi memenuhi kebutuhan mitra sekaligus memperbesar kontribusi nyata terhadap sektor riil.

Bagi Amani Bank sendiri, sinergi ini diharapkan tidak sekadar menyehatkan struktur likuiditas, tetapi juga mampu menjamin keberlanjutan proyek hunian terjangkau melalui program Rumah Rakyat Semesta dan The Leaf Residence.

H

Henigun